Perjalanan Panasonic dan Hikayat Pohon Pisang di Tengah Pandemi Corona

Kompas.com - 11/04/2020, 00:32 WIB
pohon pisang gardening-guy.compohon pisang

KOMPAS.com - Nyaris seluruh penduduk Indonesia pasti mengenal pohon pisang. Disebut pohon lantaran tumbuhan berbatang lunak (terna) ini memiliki kelengkapan fisik untuk memenuhi kategori pohon.

Ada daunnya yang berbentuk besar dan memanjang. Tumbuhan pisang, selain memiliki batang, juga memiliki kelengkapan akar, bunga, dan buah.

Pisang yang termasuk famili musaceae, tulis laman ilmubudidaya.com, tumbuh subur di daerah tropis seperti layaknya di Indonesia.

Asal mendapat banyak sinar matahari, pohon pisang bisa bertumbuh.

Catatan paling menarik dari pohon pisang adalah pohon ini hanya berbuah satu kali sepanjang hidupnya.

Tebanglah pohon pisang yang sama sekali belum berbuah, niscaya pohon itu akan tetap hidup.

Filosofi yang bisa dipetik adalah, sebelum menghasilkan buah, pohon pisang tidak akan mati meski ditebang berkali-kali. Siklus alamiah tersebut, hebatnya, akan berlangsung selama 10 tahun.

Setelah menghasilkan buah dan menciptakan tunas baru, biasanya di bagian bawah, pohon pisang akan mati saat ditebang.

Bakti untuk Indonesia

Hikayat tentang pisang sebagaimana cerita di atas, bukanlah hal kebetulan yang muncul di saat pandemi corona juga melanda Indonesia.

Kisah hebat tentang pohon pisang itu sudah tertanam dalam jiwa Thayeb Muhammad Gobel, salah seorang tokoh wirausaha Indonesia hingga kini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X