Kompas.com - 11/04/2020, 10:32 WIB
Ilustrasi gaji, rupiah ShutterstockIlustrasi gaji, rupiah

Jika dapat uang lebih dari bonus tahunan atau bonus kinerja, Anda dapat menyisihkan uang untuk dana darurat lebih banyak. Selain itu, tempatkan dana darurat pada rekening terpisah. Jangan dicampuraduk dengan rekening belanja atau pengeluaran.

3. Pantau terus dana darurat Anda

Setiap bulan dikumpulkan, setiap bulan pula dipantau. Apabila dalam perjalanannya, dana darurat terpaksa ditarik misalnya untuk keperluan perawatan rumah sakit, Anda harus bertekad untuk menggantinya di bulan berikutnya.

Usahakan dana darurat terus bertambah, bukan malah semakin berkurang, bahkan sampai ludes tak bersisa.

Baca Juga: Manfaat Besar Dana Darurat agar Keuanganmu Selamat saat Wabah Corona

4. Pastikan penggunaan dana darurat untuk keperluan mendesak

Namanya juga dana darurat, berarti ditujukan untuk keadaan darurat atau genting. Di antaranya jatuh sakit tapi belum punya asuransi kesehatan atau BPJS Kesehatan, rumah rusak akibat bencana alam, kecelakaan, dan keperluan mendesak lainnya.

Jangan sampai dana tersebut justru dipakai untuk hal-hal bersifat konsumtif. Mengumpulkan dana darurat untuk membeli smartphone terbaru atau jalan-jalan ke luar negeri. Itu sih lebih baik punya alokasi anggaran khusus untuk membeli ponsel incaran ataupun liburan.

Jika tidak ada kebutuhan penting nan genting, jangan sekali-kali mengusik dana darurat Anda. Pertahankan agar terkumpul lebih banyak, sehingga Anda dapat menjalani hidup dengan tenang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

5. Cari penghasilan tambahan lain untuk mengisi kas dana darurat

Kalau hanya mengandalkan gaji dan kemampuan menyisihkan dana darurat, bakal lama waktunya agar terkumpul sesuai jumlah ideal. Anda bisa mencari penghasilan tambahan lain untuk mengisi kas dana darurat.

Contohnya saja dari berbisnis, investasi, maupun kerja sampingan. Lumayan kan, keuntungan dari bisnis atau investasi, serta penghasilan dari bekerja sampingan dapat menambah dana darurat Anda.

Misal untuk mengejar target dana darurat sebesar Rp 30 juta dalam waktu 24 bulan, jika kemampuan Anda dari gaji hanya menyisihkan Rp 600.000, maka sisanya Rp 750.000 bisa Anda cari dari hasil jualan baju secara online atau imbal hasil dari investasi setiap bulan.

Jangan Anggap Dana Darurat Sebagai Beban

Dana darurat sangat penting agar Anda lebih tenang menghadapi kemungkinan terburuk dan masa-masa paceklik keuangan. Tidak ada kata terlambat untuk mengumpulkan dana darurat. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk Anda memperbaiki rencana keuangan.

Manfaat dana darurat sangat besar. Oleh karenanya, jangan menganggap menyisihkan uang setiap bulan untuk dana darurat sebagai beban. Lakukan saja, toh ini demi kebaikan keuangan Anda di masa depan.

 

Artikel ini adalah hasil kerjasama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.