Kemenhub: Ojol yang Angkut Penumpang Harus Memenuhi Protokol Kesehatan

Kompas.com - 13/04/2020, 12:36 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan, Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran virus Corona belum diundangkan.

Setelah aturan itu berlaku, Budi menyebut pengendara ojek online (ojol) bisa kembali membawa para penumpang saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun ada syarat yang harus dipatuhi.

"Dalam peraturan tersebut dikatakan boleh membawa penumpang namun harus memenuhi protokol kesehatan, melakukan disenfeksi kendaraan dan perlengkapan sebelum dan setelah digunakan, menggunakan masker dan sarung tangan," ujarnya ujarnya dalam press conference terkait penerapan PM 18 tahun 2020 melalui video konferensi, Minggu (12/10/2020).

Baca juga: Investasi Emas Antam, Berapa Labanya?

Ia juga mengatakan, bila peraturan tersebut berlaku, maka para aplikator harus sudah memiliki algoritma dalam fitur aplikasinya untuk menentukan kriteria seperti apa driver yang boleh beroperasi.

"Katakanlah hari Senin atau Selasa sudah diundangkan mereka para aplikator harus bisa membuat fitur di aplikasinya ketentuan-ketentuan seperti apa yang drivernya boleh membawa penumpang," kata dia.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan bahwa peraturan ini dibuat berdasarkan kondisi riil saat ini dan dibuat melalui koordinasi, kajian dan diskusi serta sudah diselaraskan sengan peraturan yang sudah ada.

Baca juga: Balada Pemangkas Rambut Asgar di Tengah Pandemi Corona...

"Memang masyarakat sudah diimbau untuk di rumah aja tapi masih banyak juga masyarakat yang tidak bisa karena pekerjaannya tidak memungkinkan untuk dilakukan di rumah," ujarnya.

Ia juga mengatakan Permenhub tersebut sudah jelas sepeda motor dapat mengangkut penumpang dengan ketentuan tidak bertentangan selama PSBB berlaku.

Selain itu mengenai pengawasan, Adita mengatakan pengawasan tidak hanya dilakukan oleh satu pihak tetapi pihaknya juga telah berkoordinasi dengan penyelenggara layanan ojol agar para pengemudi ojol tetap mematuhi peraturan tersebut.

Baca juga: Besok, Pemerintah Tarik Utang Lewat Lelang SUN Rp 20 Triliun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.