Begini Cara Kelola Uang Saat Pandemi, Bisa Buat Dana Darurat

Kompas.com - 13/04/2020, 16:10 WIB
Ilustrasi menabung ShutterstockIlustrasi menabung
|

2. Siapkan dana darurat

Tidak ada yang tahu pasti kapan pandemi ini akan berakhir. Bagi karyawan yang saat ini masih memiliki pekerjaan dan menerima gaji secara utuh, manfaatkan rezeki ini dengan sebaik-baiknya dengan menyiapkan dana darurat.

Dalam kondisi normal, umumnya dana darurat disiapkan untuk menutupi biaya hidup atau pengeluaran selama 3 hingga 6 bulan. Namun dalam kondisi tidak normal seperti wabah virus corona, tidak ada yang tahu sampai kapan ini akan berakhir.

Untuk itu, memprioritaskan dana darurat merupakan salah satu langkah yang bisa Anda lakukan saat krisis masih berlangsung.

"Saya sarankan untuk memprioritaskan dan sesegera mungkin mengisi penuh pos dana darurat," saran Dimas.

Baca juga: Izinkan Ojol Angkut Penumpang, Apa Alasan Kemenhub?

Cara menyiapkan dana darurat, antara lain kurangi pengeluaran yang tidak perlu dan siapkan nominal dana darurat lebih besar dibanding kondisi normal. Bila dalam kondisi normal diperlukan setara dengan pengeluaran 3-6 bulan, perbanyak menjadi 6-12 bulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya tahu ini terdengar sangat besar dan berat. Apalagi harus disiapkan dalam waktu singkat. Tapi perlu diingat, ini bukan kondisi normal. Jika Anda memiliki dana darurat yang cukup, Anda bisa lebih tenang dalam menghadapi segala ketidakpastian yang mungkin terjadi di depan," kata Dimas menganjurkan.

Sementara itu untuk menyiapkan dana darurat, Anda bisa memanfaatkan beberapa sumber daya, misalnya:

- Maksimalkan dari penghasilan bulanan

Tingkatkan persentase atau porsi dari pendapatan Anda untuk mengisi dana darurat. Misalnya, jika sebelumnya Anda menyisihkan 5-10 persen, kali ini sisihkan 30-40 persen dari penghasilan untuk mengisi pos dana darurat.

Angka tersebut hanya perumpamaan. Sesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Untuk menambah porsi pos dana darurat, Anda bisa mengambil dari pos transportasi, pos gaya hidup (makan di luar, nonton bioskop, liburan, kumpul bareng teman), dan lain-lain.

Baca juga: Server Situs Resmi Kartu Prakerja Sering Error, Ini Penjelasan Pemerintah

- Manfaatkan THR

Memasuki bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri, tak bisa dipungkiri sebagian dari Anda akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). Mayoritas dana THR ini bisa dialokasikan untuk mengisi pos darurat.

"Jangan mudik dulu untuk stop penyebaran virus corona. Dana untuk mudik, beli baju baru, atau kue-kue lebaran bisa Anda gunakan untuk memaksimalkan isi pos dana darurat. Rayakan Lebaran secara sederhana," saran Dimas.

3. Manfaatkan reksa dana pasar uang untuk menyimpan dana darurat

Simpan dana darurat di tempat yang aman, mudah dicairkan atau likuid, dan tumbuh atau memberikan potensi imbal hasil.

Baca juga: Pelaku Illegal Fishing Tak Kenal Work From Home

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani Wanti-wanti 3 Fenomena Global yang Bikin Negara Jadi 'Winner' atau 'Loser'

Sri Mulyani Wanti-wanti 3 Fenomena Global yang Bikin Negara Jadi "Winner" atau "Loser"

Whats New
Terbang ke AS, Luhut dan Menkes Rayu Merck Bikin Obat Covid-19 di Indonesia

Terbang ke AS, Luhut dan Menkes Rayu Merck Bikin Obat Covid-19 di Indonesia

Whats New
PPKM Jawa-Bali, Sopir Logistik Kini Harus Punya Kartu Vaksin dan Tes Antigen

PPKM Jawa-Bali, Sopir Logistik Kini Harus Punya Kartu Vaksin dan Tes Antigen

Whats New
Kasus Calo CPNS Anak Nia Daniaty, Menteri PANRB: Usut Tuntas!

Kasus Calo CPNS Anak Nia Daniaty, Menteri PANRB: Usut Tuntas!

Whats New
Mau Beli Dollar AS? Cek Kurs Rupiah Hari Ini

Mau Beli Dollar AS? Cek Kurs Rupiah Hari Ini

Whats New
Diperpanjang Sampai 8 November, Ini Daftar Wilayah PPKM Level 3 Luar Jawa-Bali

Diperpanjang Sampai 8 November, Ini Daftar Wilayah PPKM Level 3 Luar Jawa-Bali

Whats New
Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 14.000 Per Dollar AS, IHSG Awal Sesi Tersendat

Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 14.000 Per Dollar AS, IHSG Awal Sesi Tersendat

Whats New
Tekan Pengeboran Sumur Minyak Ilegal, SKK Migas Jalin Kerja Sama Lintas Sektor

Tekan Pengeboran Sumur Minyak Ilegal, SKK Migas Jalin Kerja Sama Lintas Sektor

BrandzView
Restoran dalam Bioskop Sudah Boleh Dibuka di Wilayah PPKM Level 3 Luar Jawa-Bali

Restoran dalam Bioskop Sudah Boleh Dibuka di Wilayah PPKM Level 3 Luar Jawa-Bali

Whats New
Syarat Nonton Superbike: Sudah Vaksin Dosis Lengkap

Syarat Nonton Superbike: Sudah Vaksin Dosis Lengkap

Whats New
IHSG Hari Ini Siap Uji All Time High? Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG Hari Ini Siap Uji All Time High? Simak Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Bali Resmi Dibuka, Sandiaga: Wisman Bisa Beli Asuransi Saat Tiba di Indonesia

Bali Resmi Dibuka, Sandiaga: Wisman Bisa Beli Asuransi Saat Tiba di Indonesia

Whats New
Evaluasi PPKM: Tempat Bermain Anak di Mal Boleh Buka dan Waspada Gelombang Ketiga

Evaluasi PPKM: Tempat Bermain Anak di Mal Boleh Buka dan Waspada Gelombang Ketiga

Whats New
Bos OJK ke Pinjol Legal: Beri Suku Bunga Lebih Murah dan Perbaiki Cara Penagihan

Bos OJK ke Pinjol Legal: Beri Suku Bunga Lebih Murah dan Perbaiki Cara Penagihan

Whats New
Buwas Sebut Bulog Berpotensi Merugi, Ini Sebabnya

Buwas Sebut Bulog Berpotensi Merugi, Ini Sebabnya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.