Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ditanggung Kemenkes, RS Siloam Tak Pungut Biaya Perawatan Pasien Covid-19

Kompas.com - 14/04/2020, 10:53 WIB
Kiki Safitri,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) yang merupakan anak perusahaan Lippo Group bekerja sama dengan pemerintah menghadirkan perawatan pasien positif virus corona secara gratis.

Direktur Komunikasi Lippo Karawaci Danang Kemayan Jati mengatakan RS Siloam ditunjuk langsung oleh Kementerian Kesehatan sebagai jejaring laboratorium pemeriksaan Covid-19 selama masa pandemi Covid-19 dengan pertanggungan biaya perawatan pasien Covid-19 dan PDP (Pasien dengan Pengawasan) oleh Kemenkes.

"Intinya pasien tidak bayar,” kata Danang kepada Kompas.com, Selasa (14/3/2020).

Baca juga: RS Pertamina Jaya Akan Tampung Pasien Virus Corona dengan Gejala Berat

Kondisi pandemi virus corona, membuat hampir semua perusahaan tidak menanggung biaya pemeriksaan dan perawatan Covid-19.

Di sisi lain, pemerintah menyatakan kesiapan untuk menanggung biaya perawatan Covid-19.

Kementerian Kesehatan juga mengalokasikan anggaran untuk setiap pasien Covid-19 termasuk WNA (Warga Negara Asing).

Walaupun apa yang ditanggung oleh Kemenkes tidak akan mencukupi total biaya aktual dari RS swasta, RS Siloam berkomitmen mendukung penuh keputusan pemerintah dan memberikan pelayanan Covid-19.

Pasien Covid-19 dan PDP yang masuk dan dirawat RS Siloam Kelapa Dua dan RS Siloam Mampang akan dirawat oleh biaya RS Siloam yang nantinya akan ditagih berdasarkan KMK walaupun tidak akan mencukupi dan menutupi selurah biaya,” kata dia.

Baca juga: Erick Thohir Akui Kebutuhan Ventilator di RS BUMN Masih Kurang

Danang menjelaskan, dalam kondisi pandemi virus corona maka tidak ada lagi penagihan biaya yang dibebankan kepada pasien (triple track management) baik biaya sendiri (mandiri), asuransi ataupun tabungan pemerintah.

“Hanya ada satu track, yaitu pasien yang di tanggung KMK,” tegasnya.

Danang menjelaskan dalam melakukan perawatan pasien positif Covid-19 protokol dan SOP perawatannya sangat ketat.

 

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama, Chatib Basri: Berikan Kejelasan Kepada Pasar

Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama, Chatib Basri: Berikan Kejelasan Kepada Pasar

Whats New
Wanti-wanti IMF Terhadap APBN Pemerintahan Baru

Wanti-wanti IMF Terhadap APBN Pemerintahan Baru

Whats New
Harga Emas di Pegadaian 25 Juni 2024

Harga Emas di Pegadaian 25 Juni 2024

Spend Smart
Rupiah Menguat, Simak Kurs Dollar AS di BCA hingga BNI

Rupiah Menguat, Simak Kurs Dollar AS di BCA hingga BNI

Whats New
IHSG Awal Sesi Melemah, Rupiah Lanjut Menguat

IHSG Awal Sesi Melemah, Rupiah Lanjut Menguat

Whats New
Naik Rp 8.000, Simak Rincian Harga Emas Antam Terbaru Selasa 25 Juni 2024,

Naik Rp 8.000, Simak Rincian Harga Emas Antam Terbaru Selasa 25 Juni 2024,

Spend Smart
Bahan Pokok Selasa 25 Juni 2024: Harga Telur Naik, Cabai Merah Keriting Turun

Bahan Pokok Selasa 25 Juni 2024: Harga Telur Naik, Cabai Merah Keriting Turun

Whats New
Lowongan Kerja PNM Grup, Terbuka untuk 'Fresh Graduate'

Lowongan Kerja PNM Grup, Terbuka untuk "Fresh Graduate"

Work Smart
IHSG Masih 'Sideways', Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Masih "Sideways", Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Awal Pemerintahan Prabowo-Gibran 5,1 Persen

Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Awal Pemerintahan Prabowo-Gibran 5,1 Persen

Whats New
Pajak untuk Subsidi Pendidikan dan Kesehatan

Pajak untuk Subsidi Pendidikan dan Kesehatan

Whats New
Wall Street Mayoritas Merah, Dow Jones Malah Melaju 260 Poin

Wall Street Mayoritas Merah, Dow Jones Malah Melaju 260 Poin

Whats New
Kala Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama Jawab Kekhawatiran Investor

Kala Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama Jawab Kekhawatiran Investor

Whats New
[POPULER MONEY] Anggaran Makan Bergizi Gratis 2025 Capai Rp 71 Triliun | Anggaran Negara Catat Defisit Pertama

[POPULER MONEY] Anggaran Makan Bergizi Gratis 2025 Capai Rp 71 Triliun | Anggaran Negara Catat Defisit Pertama

Whats New
Emiten Farmasi PYFA Targetkan Pendapatan Tumbuh 7 Persen Tahun Ini

Emiten Farmasi PYFA Targetkan Pendapatan Tumbuh 7 Persen Tahun Ini

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com