Pandemi Corona, PHK Jadi Pilihan Terakhir Industri Kelapa Sawit

Kompas.com - 14/04/2020, 15:53 WIB
Kelapa sawit jadi produk andalan ekspor Indonesia Dok. Humas Kementerian Pertanian RIKelapa sawit jadi produk andalan ekspor Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan pilihan terakhr industri kelapa sawit saat pandemi corona.

Sekretaris Jenderal Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta mengatakan, industri kelapa sawit lebih memilih efisiensi maksimal.

"PHK adalah pilihan terakhir. Saya tidak mendengar dari teman-teman sesama industri yang berencana melakukan PHK," kata Kanya dalam pernyataan tertulis, Selasa (14/2/2020).

Industri kelapa sawit, ia melanjutkan, tetap menjalankan protokol melawan Covid-19 pada semua lini aktivitas.

Buah kelapa sawit melimpah sementara harga murah Rp 500 per kg. Selanjutnya daya tampung pabrik CPO di Seluma masih rendahKOMPAS.COM/FIRMANSYAH Buah kelapa sawit melimpah sementara harga murah Rp 500 per kg. Selanjutnya daya tampung pabrik CPO di Seluma masih rendah
Lantas, efisiensi maksimal diterapkan dengan mengatur kembali rencana lalu-lintas keuangan industri.

"Rencana ini termasuk merealokasi peruntukan dengan revisi prioritas anggaran," ujar Kanya.

Tak hanya itu, industri kelapa sawit menyiapkan beberapa alternatif skenario krisis atau semacam stress test berikut solusinya.

"Meski pandemi corona berimbas ke industri kelapa sawit, saya memastikan belum ada penutupan pabrik selama ini," tuturnya.

Secara detail, Kanya menggambarkan bahwa di lapangan, pada 1 hingga 2 bulan ke depan, akan ada industri kelapa sawit yang mengurangi pembelian buah kelapa sawit dari perkebunan luar.

"Industri hanya mengolah buah internal atau bahkan mengurangi jam operasi pabrik," katanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X