Waspada Fintech Ilegal di Tengah Pandemi Covid-19

Kompas.com - 14/04/2020, 18:31 WIB
Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot dan Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing di Jakarta, Rsbu Mutia FauziaJuru Bicara OJK Sekar Putih Djarot dan Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing di Jakarta, Rsbu

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah wabah corona, tak sedikit dari fintech ilegal yang bermunculan. Karenanya, Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat untuk mewaspadai tawaran pembiayaan dari fintech ilegal ini.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan, sasaran dari fintech ilegal ialah masyarakat yang membutuhkan uang guna memenuhi kebutuhan pokok maupun konsumtif.

Ia menambahkan, finetch ilegal kerap memberikan bunga yang tinggi dengan jangka waktu pinjaman yang singkat. Tongam menyebutkan, finetch ilegal senantiasa memberikan syarat mudah mendapatkan pinjaman, tetapi mereka selalu meminta izin untuk bisa mengakses semua data kontak di handphone.

Baca juga: IMF Beri Keringanan Utang untuk 25 Negara Anggota

“Hal ini tentu berbahaya, karena data tersebut bisa disebarkan dan digunakan untuk alat mengintimidasi saat penagihan. Selain itu, Satgas waspada investigasi juga menerima laporan masyarakat mengenai perilaku penagihan fintech ilegal yang tidak beretika,” Jelasnya kepada Kontan.co.id Selasa, (14/4/2020).

Tongam bilang, hingga Maret 2020 jumlah fintech yang telah dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi sebanyak 508 entitas fintech P2P Lending. Ia menyebutkan, fintech ilegal akan tetap muncul dengan mengganti nama ataupun membuat aplikasi baru dengan pelaku yang mungkin sama.

Melihat hal tersebut, Tongam menghimbau masyarakat untuk melakukan pinjaman hanya melalui fintech lending yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tak hanya itu, ia turut mengimbau agar masyarakat memahami terlebih dahulu risiko juga kewajibannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Imbauan Dinilai Tidak Efektif, Pemerintah Diminta Larang Mudik

“Untuk mengurangi risiko yang ada, masyarakat diminta untuk melakukan pinjaman melalui fintech lending yang telah terdaftar di OJK. Serta, lakukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bayar. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir gagal bayar,” tambahnya.

Tongam menambahkan sanksi yang diberlakukan kepada pelaku fintech ilegal berupa sanksi administratif, memblokir situs dan aplikasi melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta membuat laporan informasi kepada pihak berwenang.

“Untuk fintech lending yang melakukan penagihan tidak beretika berupa teror, intimidasi atau perbuatan tidak menyenangkan, maka masyarakat diminta segera lapor ke polisi untuk diproses secara hukum,” Imbuhnya. (Annisa Fadila | Herlina Kartika Dewi)

Baca juga: Ini Alasan Para Kepala Desa Tak Ingin Warga Mudik Lebaran 2020

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Fintech ilegal masih bermunculan, Satgas Waspada Investasi minta masyarakat waspada



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X