Skenario Terberat Corona, Ini Dampaknya ke Angka Kemiskinan dan Pengangguran

Kompas.com - 15/04/2020, 11:01 WIB
Penulis Mutia Fauzia
|

Adapun berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2019, jumlah pengangguran terbuka sebesar 5,28 persen atau mencapai 7,05 juta orang.

Angka tersebut meningkat jumlahnya jika dibandingkan dengan Agustus 2018 yang sebanyak 7 juta orang atau turun secara persentase sebesar 5,34 persen.

Langkah pemerintah

Adapun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, dampak sosial ekonomi akibat virus corona paling berat terjadi di Pulau Jawa, kemudian diikuti oleh Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara.

"Dan ini dicerminkan dari tingkat penngangguran terbuka berdasarkan perencanaan sudah turun di 5,18 persen bakal meningkat ke 7,33 persen, dan tingkat kemiskinan dari 9,15 persen jadi 9,59 persen," ujar dia.

Baca juga: Luhut: Soal Said Didu, Itu Urusan Anak Buah Saya

Untuk mengurangi risiko skenario terburuk tersebut terjadi, Airlangga mengatakan, pemerintah telah melakukan beberapa langkah-langkah antisipasi.

Salah satunya dengan penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020. Di dalam Perppu tersebut, pemerintah telah mengatur mengenai jaringan pengaman di bidang kesehatan, jaring pengaman sosial untuk masyarakat, kinerja ekonomi, serta sistem keuangan.

Selain itu, pemerintah juga telah mengeluarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2020 mengenai realokasi dan refocusing Anggaran Benerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Airlangga pun menilai, Program Kartu Prakerja yang diluncurkan lebih cepat dari rencana awal juga bisa efektif membendung gelombang pengangguran.

Baca juga: Pelatihan Online di Kartu Prakerja Tidak Gratis

"Di antara kebijakan-kebijakan pengaman sosial, yang kemarin baru diluncurkan Kartu Prakerja. Kartu Prakerja ini diharapkan menjadi second line of defense dan yang semula menjadi jaring pengaman bagi mereka yang ingin mencari pekerjaan, atas peran Presiden jadi jaring pengaman untuk kehilangan pekerjaan," ujar Ketua Umum Golkar tersebut.

Berdasarkan data terakhir, sudah terdapat 3,7 juta akun yang melakukan registrasi di situs resmi Kartu Prakerja, yakni www.prakerja.go.id. Dari jumlah akun tersebut, sebanyak 926.790 calon peserta telah melalui proses verifikasi e-mail dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan sudah dianggap lolos batch pertama.

"Dari perkembangan implementasi Kartu Prakerja per siang jam 12.00 WIB belum dua hari, itu jumlah user registrasi sudah 3,7 juta, kemudian mereka yang verifikasi e-mail dan NIK dan sudah lolos dalam batch pertama itu jumlahnya 926.790," jelas Airlangga.

Baca juga: Bogor, Depok dan Bekasi Terapkan PSBB, Bank Buka atau Tutup?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.