Februari 2020, Utang Indonesia Tembus Rp 6.376 Triliun

Kompas.com - 15/04/2020, 11:23 WIB
ilustrasi rupiah thikstockphotosilustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri ( ULN) Indonesia pada Februari 2020 dengan posisi 407,5 miliar dollar AS. Dengan begitu, utang RI tembus Rp 6.376 triliun (kurs Rp 15.600).

Utang sebesar Rp 6.376 triliun itu terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar 203,3 miliar dollar AS dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar 204,2 miliar dolar AS.

ULN pada Februari tumbuh sebesar 5,4 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,6 persen (yoy).

"Perkembangan tersebut terutama didorong oleh perlambatan ULN publik," sebut keterangan BI, Rabu (15/3/2020).

Baca juga: Januari 2020, Utang Luar Negeri Indonesia Capai 410,8 Miliar Dollar AS

Lebih rinci, posisi ULN pemerintah pada akhir Februari 2020 sebesar 200,6 miliar dolar AS atau tumbuh 5,1 persen (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 9,5 persen (yoy).

Penurunan ULN pemerintah tersebut dipengaruhi oleh sentimen global sebagai dampak pandemi virus corona yang meluas sehingga mendorong arus modal keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik.

Dikelola Secara Hati-hati

BI menyebut, ULN pemerintah dikelola hati-hati dan kredibel agar mendukung belanja Pemerintah pada sektor prioritas.

Sektor prioritas tersebut meliputi sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,4 persen dari total ULN Pemerintah), sektor jasa pendidikan (16,3 persen), sektor konstruksi (16,2 persen), sektor jasa keuangan dan asuransi (12,8 persen), dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,6 persen).

"ULN pemerintah dikelola hati-hati guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," sebut BI.

Sementara ULN Swasta pada Februari 2020 tumbuh sebesar 5,9 persen (yoy), relatif sama dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. Artinya, ULN swasta tumbuh stabil.

"Perkembangan ini dipengaruhi oleh perlambatan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan di tengah peningkatan ULN lembaga keuangan," ujar BI.

Baca juga: Lelang SUN, Pemerintah Tarik Utang Rp 16,8 Triliun

Lebih lanjut, pada Februari 2020, ULN perusahaan bukan lembaga keuangan tumbuh sebesar 6,9 persen (yoy), melambat dari 7,7 persen (yoy) pada Januari 2020.

Sementara itu, ULN lembaga keuangan tumbuh meningkat dari 0,3 persen (yoy) pada Januari 2020 menjadi 2,7 persen (yoy) pada Februari 2020.

Sektor ULN dengan pangsa terbesar mencapai 77,4 persen adalah dari sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan.

Struktur ULN Kuat

Dengan rincian tersebut, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Kondisi kuatnya struktur ULN tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Februari 2020 sebesar 35,9 persen, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 36,3 persen.

Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,2 persen dari total ULN.

Untuk menjaganya tetap kuat, BI bakal meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

"Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," sebut BI.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BEI: Penghapusan Kode Broker untuk Cegah Aksi 'Goreng' Saham

BEI: Penghapusan Kode Broker untuk Cegah Aksi "Goreng" Saham

Whats New
Sebelum Beli Dollar AS, Cek Dulu Kurs Rupiah Hari Ini

Sebelum Beli Dollar AS, Cek Dulu Kurs Rupiah Hari Ini

Spend Smart
Harga Emas Antam Naik Rp 6.000, Simak Daftar Lengkapnya

Harga Emas Antam Naik Rp 6.000, Simak Daftar Lengkapnya

Spend Smart
PPnBM 0 Persen Mulai Berlaku, Ini Sederet Jenis Mobil dan Alasan Pemberian Insentif Diskon Pajak

PPnBM 0 Persen Mulai Berlaku, Ini Sederet Jenis Mobil dan Alasan Pemberian Insentif Diskon Pajak

Whats New
Begini Nasib Karyawan Outsourcing di Peraturan Terbaru Jokowi

Begini Nasib Karyawan Outsourcing di Peraturan Terbaru Jokowi

Whats New
Cara Ganti Kartu ATM Magnetic Stripe Bank BCA, BRI, BNI, dan Mandiri

Cara Ganti Kartu ATM Magnetic Stripe Bank BCA, BRI, BNI, dan Mandiri

Whats New
IHSG Awal Sesi Melaju, Rupiah Masih Tertatih...

IHSG Awal Sesi Melaju, Rupiah Masih Tertatih...

Whats New
Franchise Apotek Ini Buka 10 Lowongan untuk SMK hingga S1, Simak Persyaratannya

Franchise Apotek Ini Buka 10 Lowongan untuk SMK hingga S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Harga Minyak Mentah Terus Menguat, Harga BBM di AS Merangkak Naik

Harga Minyak Mentah Terus Menguat, Harga BBM di AS Merangkak Naik

Whats New
Bagaimana Proyeksi IHSG di Awal Pekan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bagaimana Proyeksi IHSG di Awal Pekan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Menperin Sebut Toyota Siapkan Rp 28 Triliun untuk Produksi Mobil Hibrida dan Listrik di Indonesia

Menperin Sebut Toyota Siapkan Rp 28 Triliun untuk Produksi Mobil Hibrida dan Listrik di Indonesia

Whats New
Aturan Baru Jokowi: Status Pegawai Kontrak Kini Semakin Lama

Aturan Baru Jokowi: Status Pegawai Kontrak Kini Semakin Lama

Work Smart
DP KPR Rumah Nol Rupiah Berlaku Hari Ini, Simak Ketentuannya

DP KPR Rumah Nol Rupiah Berlaku Hari Ini, Simak Ketentuannya

Spend Smart
Manulife Bayar Klaim Rp 5,5 Triliun Sepanjang 2020

Manulife Bayar Klaim Rp 5,5 Triliun Sepanjang 2020

Whats New
Sri Mulyani Lakukan Pertemuan dengan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20, Ini Isinya

Sri Mulyani Lakukan Pertemuan dengan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20, Ini Isinya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X