Kompas.com - 15/04/2020, 19:44 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang saat memberikan bantuan alat industri kecil menengah yang terdampak banjir di Kota Tangerang, Kamis (9/1/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOMenteri Perindustrian Agus Gumiwang saat memberikan bantuan alat industri kecil menengah yang terdampak banjir di Kota Tangerang, Kamis (9/1/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, ratusan industri yang masih beroperasional di Jakarta sudah mendapat Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) sebelum diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hak itu diurus secara online melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS).

"Dan IOMKI baru kami set-up sehari setelah keluar Permenkes tentang PSBB. Yang beredar sebelum PSBB adalah Surat Edaran Menperin yang mengatur pedoman dan protokol kesehatan dalam melaksanakan proses produksi. SE ini bukan izin, ini sifatnya umum sebelum PSBB ditetapkan," jelasnya kepada Kompas.com, Rabu (15/4/2020).

Baca juga: Resmi, Harga Gas Industri Turun Jadi 6 Dollar AS Per MMBTU

Oleh sebab itu sebut dia, yang berwenang memberikan izin serta mencabut perizinan merupakan ranahnya. Akan tetapi, Menperin siap untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam membina dan mengawasi industri agar memperhatikan protokol kesehatan.

Agus Gumiwang sendiri telah berkoordinasi dengan Pemda Jawa Barat, Banten, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang juga dihadiri oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto pada Senin (13/4/2020) lalu.

Dia juga menegaskan, adanya wabah virus corona ini merupakan kondisi yang dibutuhkan penyesuaian bagi para pekerja di industri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi tidak boleh dari awal Industri dilarang beroperasi karena mereka sudah dapat izin. Kondisi Covid Ini hal yang baru, industri perlu waktu sedikit untuk penyesuaian di lapangan," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah menyebut, ada 200 perusahaan besar di Jakarta tetap diizinkan beroperasi oleh Kemenperin selama PSBB diterapkan. Salah satunya perusahaan produsen elektronik.

Padahal, menurut Andri, ke-200 perusahaan tersebut harus masuk kategori usaha yang ditutup selama PSBB. Sebab, operasional perusahaan-perusahaan itu menyebabkan tingginya mobilitas warga di ibu kota dan berpotensi memperluas penyebaran virus corona.

Baca juga: Kemenperin Izinkan Perusahaan Beroperasi, Anggota DPR: Lantas Apa Urgensinya PSBB?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.