Eksistensi Jamu Gendong di Tengah Pandemi Corona

Kompas.com - 15/04/2020, 20:11 WIB
Ilustrasi empon-empon: jahe, kunyit, dan kencur. SHUTTERSTOCK/MASTON ARTIlustrasi empon-empon: jahe, kunyit, dan kencur.

Pedagang ini piawai membuat ramuan jamu beras kencur, kunyit asam, temu lawak atau pahitan yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran.

Dalam sejarah jamu gendong, dahulu pedagang membuat delapan jenis jamu berupa: kunyit asam, beras kencur, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, uyup-uyup/gepyokan dan sinom.

Sesuai urutan, jamu mengandung filosofi sebagai siklus kehidupan manusia yang diawali dari rasa manis-asam, selanjutnya sedikit rasa pedas-hangat, beralih menjadi rasa pedas, kemudian merasakan pahit, beralih ke rasa tawar dan akhirnya kembali menjadi manis.

Jumlah botol pun sebagai pertanda status pedagang. Lima atau tujuh botol menandakan gadis, 8 sudah menikah, dan 9 menandakan tidak bersuami.

Sekarang kriteria tersebut tidak berlaku pada komunitas jamu. Jumlah botol tergantung kemampuan mengendong atau jumlah pelanggan.

Jenis transportasi misalnya sepeda, gerobak atau sepeda motor dapat membawa lebih banyak.

Terkait filosofi di atas, jamu sebagai aset budaya sehingga perlu dipertahankan sekaligus mengapresiasi aktivitas komersiel yang dilakukan oleh Mbak Jamu.

Keberadaan jamu tradisional diakui oleh pemerintah melalui Permenkes Republik Indonesia No. 006 Tahun 2012 dengan pernyataan, Usaha Jamu Gendong (UJG) adalah "Usaha yang dilakukan oleh perseorangan dengan menggunakan bahan obat tradisional dalam bentuk cairan yang dibuat segar dengan tujuan dijajakan langsung kepada konsumen".

Pada tahun 2014 jamu gendong diapresiasi oleh Kementrian Kesehatan melalui Gerakan Nasional Bugar dengan Jamu disingkat Bude Jamu.

Jamu gendong sebagai penyedia swamedikasi secara harian bagi masyarakat sehingga mendukung aktivitas pemeliharaan kesehatan masyarakat atau program Indonesia sehat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X