Eksistensi Jamu Gendong di Tengah Pandemi Corona

Kompas.com - 15/04/2020, 20:11 WIB
Pedagang jamu asal Wonogiri, Jawa Tengah, Sisri (50), mencoba peruntungan di tepian rel kereta di Stasiun Rangkasbitung, Lebak, Banten, Minggu (10/4/2011). Pekerjaan ini telah ia tekuni selama 20 tahun. KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Pedagang jamu asal Wonogiri, Jawa Tengah, Sisri (50), mencoba peruntungan di tepian rel kereta di Stasiun Rangkasbitung, Lebak, Banten, Minggu (10/4/2011). Pekerjaan ini telah ia tekuni selama 20 tahun.

Namun, belum semua pedagang melakukan cara sama atau mungkin ada perilaku yang mengambil keuntungan dari wabah virus corona.

Kendati demikian stakeholder seperti perguruan tinggi dan perusahaan jamu bersama pemerintah harus memberi edukasi pengelolaan kualitas kepada pedagang jamu.

Pengelolaan kualitas

Maria C Torri (2012) meneliti komunitas jamu gendong atau jamu peddler di Kota Yogyakarta.

Dinyatakan bahwa sistem jamu di Indonesia berkaitan dengan tiga aspek, yakni small scale enterprises, traditional knowledge, dan social empowerment.

Diingatkan juga tentang pengetahuan dan persepsi konsumen jamu terhadap risiko (Torri, 2013).

Dengan memberi apresiasi kepada komunitas jamu berarti turut berpartisipasi dalam peningkatan ekonomi kelompok UJG, melestarikan warisan leluhur serta memberi akses pengetahuan. Pengenalan budaya kualitas menjadi penting untuk pedagang jamu.

Apresiasi terhadap komunitas jamu dirancang melalui Gugus Kendali Mutu (GKM). Gugus sebagai media untuk memahami masalah dan menemukan solusi menjalankan usaha secara berkelanjutan.

GKM merupakan bagian dari total quality management (TQM) memiliki tujuan membangun budaya kualitas untuk meningkatkan mutu, produktivitas dan daya saing.

Melalui GKM pedagang dibantu memecahkan masalah berdasarkan siklus plan-do-check-action secara sederhana.

Rekayasa sosial membantu meningkatkan pengetahuan pengelolaan kualitas dan membiasakan perilaku bersih sejak input, pengolahan, output, kualitas layanan serta menjalin hubungan masyarakat. Kartu gugus memantau kebiasaan komunitas jamu dalam pengelolaan kualitas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X