BI: Surplus Neraca Dagang Sokong Ketahanan Eksternal Ekonomi RI

Kompas.com - 15/04/2020, 22:12 WIB
Aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (15/8/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGAktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (15/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan RI surplus sebesar 743 juta dollar AS pada Maret 2020.

Kinerja impor yang menurun signifikan dan angka ekspor yang mengalami kenaikan menjadi penyebab surplus neraca perdagangan. Tercatat, ekspor Maret 2020 sebesar 14,09 miliar dollar AS lebih tinggi ketimbang kinerja impor sebesar 13,35 miliar dollar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko mengatakan, surplusnya neraca perdagangan pada Maret 2020 memperkuat ketahanan eksternal perekonomian RI.

"Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan pada Maret 2020 berkontribusi positif dalam memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian kondisi global yang meningkat seiring penyebaran Covid-19," kata Onny dalam keterangannya, Rabu (15/4/2020).

Baca juga: Maret 2020, Neraca Perdagangan RI Surplus 743 Juta Dollar AS

Ke depan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal.

"Termasuk prospek kinerja neraca perdagangan," ungkap Onny.

Adapun, surplusnya neraca perdagangan didukung oleh surplus neraca perdagangan nonmigas sejalan dengan tetap positifnya kinerja ekspor nonmigas di tengah meningkatnya impor nonmigas.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas stabil dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya, dipengaruhi penurunan impor migas yang sedikit lebih dalam dibandingkan dengan penurunan ekspor migas.

Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada triwulan I 2020 surplus 2,62 miliar dolar AS, membaik signifikan dibandingkan dengan neraca perdagangan pada triwulan IV 2019 yang defisit 1,28 miliar dolar AS.

Baca juga: PLN: Kini Pasokan Listrik Sudah Surplus

Lebih lanjut Onny menyatakan, neraca perdagangan nonmigas Maret 2020 tetap surplus sebesar 1,68 miliar dolar AS, meskipun menurun dibanding surplus pada bulan sebelumnya sebesar 3,46 miliar dolar AS.

"Perkembangan tersebut ditopang oleh masih baiknya kinerja ekspor nonmigas, terutama produk pertanian seperti pakan ternak, perikanan, dan hasil olahan makanan lain, di tengah meningkatnya kinerja impor nonmigas terutama terkait impor konsumsi dan bahan baku," jelasnya.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas pada Maret 2020 sebesar 0,93 miliar dolar AS, tidak banyak berbeda dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar 0,94 miliar dolar AS.

Stabilnya defisit tersebut didukung oleh penurunan impor migas terutama dalam bentuk hasil minyak, sejalan dengan perlambatan aktivitas ekonomi global.

Baca juga: Mentan: Stok Daging Sapi hingga Telur Ayam Surplus



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X