Konsumsi Dalam Negeri Anjlok, Pertamina Ingin Ekspor Avtur dan Solar

Kompas.com - 16/04/2020, 19:05 WIB
Ilustrasi logo Pertamina. SHUTTERSTOCK/Joachim AffeldtIlustrasi logo Pertamina.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) membuka peluang untuk melakukan ekspor avtur dan solar.

Hal ini diakibatkan berlebihnya pasokan kedua jenis BBM tersebut di tangki perseroan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, saat ini tengah terjadi kelebihan pasokan avtur dan solar Pertamina, disebabkan melemahnya konsumsi kedua jenis BBM tersebut.

Baca juga: Pendapatan Pertamina Diprediksi Merosot, Ini Penyebabnya

Banyak ditutupnya rute penerbangan domestik maupun internasional, mengakibatkan konsumsi rata-rata harian avtur pada Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 60 persen.

"Dan BBM industri penurunannya juga sangat tajam karena sudah banyak tak beroperasi," ujar Nicke dalam rapat panitia kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (16/4/2020).

Anjloknya konsumsi avtur, mengakibatkan terjadinya kelebihan stok di tangki Pertamina. Tercatat, stok avtur diproyeksi masih cukup untuk 119 hari.

"Jadi kami melihat peluang ekspor walaupun kami tahu harga memang sedang tidak bagus," kata dia.

Baca juga: Imbas Corona, Penjualan BBM Pertamina Terendah Sepanjang Sejarah

Selain untuk mengurangi stok di tangki, langkah tersebut juga dilakukan untuk menambah pendapatan perseroan, yang pada tahun ini diproyeksi merosot.

"Jadi kami ada tambahan revenue dan menurunkan idle money dalam bentuk stok," kata Nicke.

Lebih lanjut, Nicke juga meminta kepada pemerintah untuk mendorong perusahaan membeli solar dari Pertamina.

"Sehingga perusahaan yang impor, kami usulkan ke (Kementerian) ESDM untuk tawarkan beli dari Pertamina dulu," ucap Nicke.

Sebagai informasi, Pertamina sudah menyiapkan dua skenario penurunan pendapatan, yakni skenario berat dan skenario tidak berat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X