Kompas.com - 16/04/2020, 21:52 WIB
Jajaran direksi bank bjb dalam Analyst Meeting Full Year 2019.  Dok BANK BJBJajaran direksi bank bjb dalam Analyst Meeting Full Year 2019.

BANDUNG, KOMPAS.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten, Tbk (bank bjb) membagikan dividen senilai Rp 925,04 miliar.

“Kami sebar dividen Rp 925,04 miliar atau sebesar Rp 94,02 per lembar saham dengan rasio 60 persen dari laba bersih yang berhasil dibukukan bank bjb di tahun 2019 sebesar Rp 1,56 triliun,” ujar Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi dalam rilisnya, Kamis (16/4/2020).

Yuddy menjelaskan, dividen tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 yang diselenggarakan di Menara bank bjb, Kota Bandung, Kamis (16/4/2020).

Baca juga: Gelar RUPST, Bank BTPN Syariah Bagi-bagi Dividen dan Tunjuk Dirut Baru

Selain dividen, RUPST menyetujui Laporan Tahunan perseroan serta menyepakati penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perseroan tahun buku 2020.

“Termasuk laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, persetujuan atas pengkinian rencana aksi (recovery plan), persetujuan atas perubahan peraturan dana pensiun, penetapan remunerasi pengurus,” imbuhnya.

Untuk agenda perubahan pengurus perseroan, rapat sepakat menunda pengisian jabatan Direktur Komersial & UMKM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yudi mengungkapkan, sepanjang 2019, bank bjb mempertahankan kinerja positif dengan raihan laba bersih sebesar Rp 1,56 triliun yang dibubuhkan perseroan.

Baca juga: BCA Tebar Dividen Rp 13,69 Triliun

Pertumbuhan laba tersebut diikuti penambahan nilai aset dengan total nilai aset bank bjb termasuk anak perusahaan sebesar Rp 123,5 triliun atau tumbuh 2,8 persen year on year (y-o-y).

Sektor kredit yang menjadi ujung tombak utama perseroan dalam mendongkrak pendapatan tumbuh 8,7 persen y-o-y menjadi Rp 81,9 triliun.

Pertumbuhan total kredit ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di kisaran 6,97 persen per November 2019.

Untuk dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 2,7 persen y-o-y menjadi Rp 89,3 triliun.

Pertumbuhan DPK ini didorong bertambahnya porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) di level 49,6 persen.

Baca juga: BCA Bagi Dividen, Keluarga Hartono Bakal Raup Rp 7,5 Triliun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.