Fakta-fakta Baru Kartu Prakerja, Kuota Dinaikkan Jadi 200.000...

Kompas.com - 17/04/2020, 07:41 WIB
Kartu Prakerja prakerja.go.idKartu Prakerja

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pada gelombang pertama, terdapat 200.000 orang yang lolos untuk mendapatkan manfaat program Kartu Prakerja.

Jumlah tersebut meningkat dari kuota awal yang sebesar 164.000 orang.

Airlangga mengatakan, peningkatan kapasitas tersebut dilakukan lantaran jumlah pendaftar program Kartu Prakerja yang telah melampaui target yang ditentukan pemerintah.

Baca juga: Kuota Peserta Kartu Prakerja Ditambah Jadi 200.000 Orang, Mengapa?

"Dinaikkan jadi 200.000 karena yang daftar overwhelming dan berasal dari 34 provinsi se-Indonesia," ujar Airlangga dalam video conference di Jakarta, Kamis (16/4/2020).

"Dan ini program pemerintah pertama yang digital sehingga open access dan equal opportunity, dengan demikian seluruh yang ikut pelatihan harus yang daftar dan peserta aktif," lanjut dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan data terbaru, terdapat 5,96 juta orang yang telah melakukan registrasi program kartu prakerja dengan 4,42 yang sudah melalui tahap verifikasi e-mail.

Dari data tersebut, dari 3,29 juta yang telah melalui tahap verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), sebanyak 2,78 juta berhasil lolos untuk melalui proses pengacakan sistem untuk bergabung sebagai peserta gelombang pertama program Kartu Prakerja.

Baca juga: Gelombang I Kartu Prakerja: 5,9 Juta Pendaftar, 2,78 juta Lolos, 200.000 Diterima

Adapun berikut fakta-fakta terbaru terkait program Kartu Prakerja.

1. Terima notifikasi via SMS

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, peserta yang lolos untuk mendapatkan manfaat Kartu Prakerja senilai Rp 3,55 juta tersebut bakal menerima notifikasi melalui pesan singkat atau SMS mulai Sabtu (18/4/2020) hingga Senin (20/4/2020) pukul 10.00 WIB.

"Dari 200.000 nanti akan diberikan notfikasi melalui SMS dari mulai Sabtu sampai Senin dan kemudian dari Senin di antara waktu itu ada secara bergelombang diinformasikan melalui SMS sudah bisa memilih pelatihan," ujar Airlangga ketika memberikan keterangan melalui konferensi video.

Nantinya, peserta yang telah mendapatkan notifikasi berupa 16 digit kode unik tersebut bisa memulai memilih pelatihan yang diinginkan.

 

 

Hingga akhirnya, jika pelatihan sudah rampung dilakukan, maka secara otomatis sistem akan membuat virtual account atau e-wallet untuk menyalurkan insentif yang ditransfer melalui Bank BNI.

Baca juga: Lolos Kartu Prakerja, 200.000 Peserta Bakal Dapat SMS Notifikasi

2. Pendaftar dari Aceh hingga Papua

Airlangga menyebut program Kartu Prakerja yang telah berjalan menarik minat masyarakat dari berbagai daerah. Para pendaftar program ini berasal dari berbagai provinsi.

"Pemerintah sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang sangat besar. Ini kami menerima mulai dari timur ke barat, termasuk Aceh dan Papua Barat," kata Airlangga.

Pendaftar paling banyak berasal dari Pulau Jawa yang paling terdampak oleh pandemi virus corona Covid-19.

"Yang terbanyak Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI, Banten, daerah-daerah yang diprediksi akibat pandemi ini terjadi kebutuhan yang meningkat bagi mereka yang di PHK atau dirumahkan," kata dia.

Baca juga: Minggu Depan, Peserta Kartu Prakerja Mulai Dapat Gaji

Dari segi usia, Airlangga pun mengatakan, populasi pendaftar program kartu Prakerja paling banyak berusia 18 hingga 25 tahun dan 25 hingga 35 tahun.

"Dan ini menunjukkan program kartu Prakerja yang end to end digital ternyata diminati dan mendapat respon luar biasa dari masyarakat," jelas dia.

3. Nasib 1,87 orang yang tak lolos gelombang pertama

Airlangga mengatakan, mereka yang belum lolos gelombang pertama masih memiliki kesempatan di gelombang selanjutnya.

Pada gelombang selanjutnya, 1,87 peserta tidak perlu daftar ulang dari awal. Airlangga bilang, mereka akan menerima e-mail berisi situs peladen (link) untuk mengikuti gelombang kedua.

"Bagi 1.878.026 yang belum ikut batch pertama tidak perlu daftar ulang. Nanti akan (kami) beri e-mail untuk link di komputer atau smartphone, untuk klik ke batch 2 dan seterusnya sehingga tidak perlu ulang seluruh proses di awal," kata Airlangga.

Sebagai informasi, dalam prosesnya calon peserta Kartu Prakerja melalui proses verifikasi data di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) lantaran program Kartu Prakerja tidak diperuntukkan bagi yang masih sekolah dan kuliah.

Baca juga: Jangan Cemas, Tak Lolos Verifikasi Kartu Prakerja Masih Ada Kesempatan

Selain itu, juga verifikasi data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial untuk memastikan calon peserta bukan merupakan penerima bantuan sosial dari pemerintah.

"Kemudian juga dari kriteria tersebut masing-masing kementerian sudah memberikan data terkait dari mereka yang kena PHK mulai dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pariwisata, dan BPJS Ketenagakerjaan serta KL lain, itu akan di-crosscheck dengan database yang ada," ujar Airlangga.

4. Ada 198 lembaga, 2.055 pelatihan

Airlangga mengatakan terdapat 198 lembaga dari delapan mitra platform digital yang akan menyediakan pelatihan secara digital kepada peserta program kartu prakerja. Jumlah pelatihannya sendiri mencapai 2.055 jenis.

Delapan mitra platform yang bekerja sama dengan pemerintah dalam program kartu prakerja, antara lain Tokopedia, Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Kemnaker.go.id.

"Jenis pelatihan beragam, ada banyak pilihan bagi 200 ribu peserta pertama yang lolos pada gelombang pertama," ucap dia.

Baca juga: Kemenaker Minta Pendaftar Kartu Prakerja Ikut Pelatihan yang Sesuai, Mengapa?

Airlangga menjelaskan, bagi peserta yang lolos dan telah mendapatkan sms notifikasi bisa langsung memilih pelatihan yang tersedia di beberapa platform tersebut dengan uang insentif sebesar Rp 1 juta yang diterima di akun BNI atau e-wallet yang dipilih (OVO atau LinkAja).

"Sehingga setelah pelatihan minggu dpean sudah ada peserta Kartu Prakerja yang mendapatkan insentif sebesar Rp 600.000 untuk program Kartu Prakerja. Dan tentunya nanti akan ada evaluasi dalam bentuk survei yang setuap survei diberi Rp 50.000 (untuk tiga kali survei)," jelas Airlangga.

"Kemudian sesudah yang pertama Rp 600.000 akan terus diberikan dibulan-bulan berikutnya selama empat bulan," ungkap dia.

Airlangga pun menjelaskan, jika dana pelatihan yang diberikan pemerintah masih bersisa, maka peserta Kartu Prakerja bisa mengambil pelatihan berikutnya jika sudah rampung menyelesaikan pelatihan pertama.

Baca juga: Minggu Depan, Peserta Kartu Prakerja Mulai Dapat Gaji

5. Anak penerima bansos masih bisa dapat pelatihan

Pemerintah menetapkan beberapa syarat bagi masyarakat yang berminat untuk bisa lolos verifikasi program Kartu Prakerja. Salah satunya, calon peserta tidak menerima bantuan sosial ( bansos) dari pemerintah.

Dalam proses verifikasi pun, pemerintah akan melakukan pemeriksaan data dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. 

Tujuannya memastikan calon peserta bukan merupakan penerima (bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah.

Namun, Airlangga menjelaskan syarat tersebut tidak berlaku untuk anak dari keluarga penerima bansos.

Dalam artian, jika sebuah keluarga sudah menerima bansos dari pemerintah, jika memiliki anak berusia 18 tahun ke atas dan sedang tidak bekerja atau sumber pendapatannya terdampak pandemik virus corona (covid-19), maka dia tetap berhak untuk mendapat manfaat dari program Kartu Prakerja.

Baca juga: Menko Perekonomian: Keluarga Dapat Bansos, Anak Tetap Bisa Daftar Kartu Prakerja

"Terkait verifikasi, pertama verifikasi usianya di atas 18 tahun tidak sedang bersekolah. Itu diverifikasi data di Kemendikbud, kemudian tidak sedang menerima program bansos seperti PKH dan BLT, tapi kalau dari keluarga itu anaknya bisa ikut pelatihan," ujar Airlangga.

Menurut pria yang juga Ketua Umum Golkar itu, saat ini masing-masing kementerian/lembaga (K/L) telah memberikan data mengenai korban pemutusan hubungan kerja (PHK) yang bakal menjadi prioritas penerima program Kartu Prakerja.

Beberapa K/L tersebut di antaranya adalah Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pariwisata, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Nantinya, data dari kementerian akan diverifikasi dengan data yang masuk di server Kartu Prakerja.

"Meski terdaftar di berbagai kementerian, tapi yang terkait tidak daftarkan diri, maka tidak ikut Prakerja ini. Tapi mereka yang masuk, akan diberikan undangan. Nah yang tidak termasuk undangan 200.000 pertama, bisa meregister dengan diberi notifikasi, tinggal klik untuk ikut gelombang berikutnya," jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.