22,02 Juta Orang di AS Klaim Tunjangan Pengangguran

Kompas.com - 17/04/2020, 09:03 WIB
Tulisan Terima Kasih ditujukan untuk tenaga medis sebagai pahlawan dalam menangangi pasien virus corona, terpasang pada pagar di seberang jalan dari Rumah Sakit Elmhurst di Borough of Queens, New York, AS, Selasa (31/3/2020). AS kini resmi menjadi epicenter corona di dunia dengan data hingga Selasa (31/3/2020) terdapat 163.429 kasus positif dan korban meninggal 3.148 orang, melebihi Italia, China, dan Spanyol. AFP/BRYAN R SMITHTulisan Terima Kasih ditujukan untuk tenaga medis sebagai pahlawan dalam menangangi pasien virus corona, terpasang pada pagar di seberang jalan dari Rumah Sakit Elmhurst di Borough of Queens, New York, AS, Selasa (31/3/2020). AS kini resmi menjadi epicenter corona di dunia dengan data hingga Selasa (31/3/2020) terdapat 163.429 kasus positif dan korban meninggal 3.148 orang, melebihi Italia, China, dan Spanyol.

NEW YORK, KOMPAS.com - Pagebluk virus corona (Covid-19) telah memaksa hampir seluruh kegiatan ekonomi di dunia untuk menghentikan aktivitasnya, tak terkecuali di negara adidaya seperti Amerika Serikat.

Dilansir dari CNBC, Jumat (17/4/2020), hal tersebut menyebabkan terjadi lonjakan permohonan klaim program tunjangan pengangguran pemerintah setempat dalam beberapa waktu terakhir.

Kementerian Ketenagakerjaan AS melaporkan, pada Kamis (16/4/2020) waktu setempat, sebanyak 5,245 juta orang telah mengajukan permohonan untuk bisa mendapatkan tunjangan pengangguran dalam waktu sepekan.

Baca juga: Dampak Corona, Klaim Tunjangan Pengangguran di AS Melonjak

Jika diakumulasi selama empat pekan atau dalam satu bulan, sebanyak 22,025 juta orang telah mengajukan klaim tunjangan pengangguran tersebut.

Angka tersebut sedikit lebih rendah dari peningkatan jumlah pekerjaan yang terjadi sejak November 2009 atau paska Great Depression yang sebanyak 22,4 juta pekerjaan.

Hanya dibutuhkan 417.000 pekerja Amerika Serikat mengajukan permohonan tunjangan pensiun untuk menghapus seluruh pekerjaan non agraris yang tumbuh sejak 2009. Kemungkinan, hanya dibutuhkan waktu seminggu hingga hal tersebut terjadi.

Jumlah pekerjaan yang hilang dalam tempo yang begitu cepat tidak pernah terjadi sebelumnya.

Dengan jumlah permohonan klaim yang mencapai 22,025 juta tersebut, berarti pandemi virus corona telah memusnahkan peningkatan jumlah pekerjaan yang tumbuh selama lebih dari satu dekade hanya dalam waktu lima pekan.

Baca juga: Penjualan Ritel AS Anjlok 8,7 Persen, Terdalam Sejak Tahun 1992

"Sementara angka pengangguran hari ini turun pada minggu lalu, mereka masih berarti bahwa semua keuntungan pekerjaan sejak krisis keuangan telah dihapus," tulis Kepala Strategi di Principal Global Investors Seema Shah dalam keterangannya.

"Terlebih lagi, dengan banyak pekerja, termasuk mereka yang berada dalam gig economy yang tidak termasuk dalam angka-angka ini, tekanan pada pasar tenaga kerja mungkin bahkan lebih buruk daripada yang ditunjukkan angka-angka ini," jelas dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.