Nelayan Merugi, Luhut Upayakan Buka Ekspor Ikan ke Korsel dan Jepang

Kompas.com - 18/04/2020, 11:59 WIB
Ilustrasi ekspor ikan ThinkstockIlustrasi ekspor ikan

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah tengah mengupayakan membuka keran ekspor ikan ke Korea Selatan dan Jepang.

Ekspor dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

Adapun pemilihan Korea Selatan dan Jepang sebagai tujuan ekspor adalah lantaran kedua negara tersebut dianggap telah mulai pulih dari pagebluk virus corona (Covid-19).

Baca juga: Cegah Dampak Corona, KKP Pantau Harga dan Ketersediaan Ikan

“Langkah-langkah kita jangan terhenti, upayakan ekspor ikan kita juga jalan dengan langkah pertama membuka kembali kargo pesawat ke berbagai negara tujuan seperti Korea Selatan dan Jepang, tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2020).

Menurut data terkini, pagebluk Covid-19 ini berdampak kepada harga ikan yang turun drastis hingga 50 persen.

Akibatnya, penghasilan nelayan pun turun dari Rp 3,5 juta dalam sekali melaut menjadi hanya  Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut disebabkan karena harga ikan turun lantaran adanya pembatasan total (lockdown) di beberapa negara tujuan ekspor.

Baca juga: Ada Virus Corona, Ekspor Ikan RI ke AS hingga Thailand Meningkat

Luhut pun menyiapkan berbagai rekomendasi kebijakan sektor kelautan dan perikanan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Ini antaran lain berupa mengeluarkan kebijakan nasional seperti diskon biaya kirim khusus produk perikanan yang didistribusikan secara online dan juga percepatan implementasi Sistem Resi Gudang.

Luhut juga berencana memberikan bantuan pemerintah dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat nelayan, pembudidaya ikan, pengolah/pemasar, dan petambak garam. Kemudian, Program Padat Karya di sektor budidaya perikanan.

Selanjutnya, untuk mengatasi penurunan ekspor ikan, dia usulkan penurunan tarif kargo udara dan penambahan jumlah layanan kargo, ditambah dengan kemudahan distribusi logistik produk kelautan dan perikanan.

Para kepala daerah juga diimbau agar mengalokasikan anggaran untuk membeli produk perikanan. 

"Jadi apa yang sudah kita siapkan ini agar segera jalan dan diekseskusi, nanti agar terus dipantau oleh Deputi saya yang bekerja sama dengan KKP dan kementerian dan lembaga terkait lain. Intinya, dalam kondisi seperti sekarang ini, saatnya kita tunjukkan bahwa kita sungguh-sungguh,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.