Ada Virus Corona, Begini Cara Hemat Pengeluaran Selama Ramadhan

Kompas.com - 18/04/2020, 14:52 WIB
Ilustrasi hemat uang Thinkstock/fitriyantoandiIlustrasi hemat uang

JAKARTA, KOMPAS.com - Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Saatnya mulai berpikir merencanakan keuangan agar pengeluaran tetap terkendali selama bulan puasa hingga Hari Raya Lebaran.

Umumnya sejumlah kebutuhan pokok merangkak naik jelang Ramadhan. Semua serba
mahal lantaran tingginya permintaan.

Kalau tidak disiasati betul-betul, pengeluaran Anda bisa membengkak selama puasa.

Baca juga: Ini Buktinya Pakai Kartu Kredit Lebih Hemat Ketimbang Tunai

Bahkan mencapai dua kali lipat dibanding hari-hari biasa. Gaji bulanan tidak akan cukup
membiayai hidup.

Belum gajian berikutnya, uang sudah habis ludes tak bersisa. Walhasil, menempuh jalan
utang, gadai barang berharga, atau menggunakan kartu kredit.

Begini caranya menghemat pengeluaran saat Ramadhan, seperti dikutip dari Cermati.com, Sabtu (18/4/2020).

1. Buat rencana pengeluaran sebelum Ramadhan

Membuat rencana keuangan sangat penting, terutama rencana pengeluaran. Catat seluruh
daftar kebutuhan selama sebulan penuh selama Ramadhan.

Bahkan kalau perlu sampai Lebaran, supaya Anda punya gambaran untuk alokasi anggarannya.
Lakukan hal ini seminggu atau dua minggu sebelum Ramadhan tiba.

Selain menyusun kebutuhan apa saja yang ingin dibeli, Anda juga bisa membuat menu makanan sehari-hari selama bulan puasa.

Baca juga: Lakukan 5 Hal Ini agar Bisnis Anda Bertahan di Tengah Virus Corona

Tuliskan secara detail dan lengkap, termasuk perkiraan anggarannya. Cocokkan dengan pemasukan atau penghasilan Anda. Jangan sampai pengeluaran lebih besar dari gaji Anda.

Jika hal itu sampai terjadi, segera coret pengeluaran yang tidak perlu atau masih dapat
ditunda.

Untuk lebih berhemat, akali dengan memprioritaskan membeli kebutuhan pokok dengan kuantitas seperlunya saja, tidak berlebihan agar tak menyebabkan pemborosan, serta membeli barang yang harganya lebih murah.

 

2. Kurangi buka puasa bersama di luar rumah

Setiap bulan puasa tiba, Anda pasti menerima banyak sekali undangan buka puasa bersama alias bukber di luar. Dari kantor, teman SD, SMP, SMA, kuliah, dan dari pihak lain.

Ikut acara bukber pastinya di restoran atau kafe yang harga makanannya lumayan mahal.
Bisa menguras kantong kalau dituruti.

Mumpung belum Ramadhan, buat komitmen dalam diri untuk tidak mengikuti semua undangan bukber di luar.

Buat rencana hanya ikut satu atau dua kali ajakan bukber selama Ramadhan agar tidak boros. Misalnya hanya dengan teman kantor dan teman kuliah saja. Selebihnya, Anda buka puasa di rumah agar lebih hemat.

Baca juga: Cemas dengan Kondisi Keuangan di Tengah Covid-19? Lakukan 5 Hal Ini

3. Gunakan THR untuk masa depan

Setiap tahun, khususnya di bulan Ramadhan atau menjelang Lebaran, Anda pasti akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar satu bulan gaji pokok. Biasanya THR diberikan bersamaan dengan pembayaran gaji untuk bulan berikutnya.

Itu artinya, Anda akan menerima tambahan pemasukan dobel. Jangan kalap dengan mengalokasikan uang THR dan gaji untuk belanja banyak barang atau menuruti nafsu belanja.

Ingat, uang gaji itu untuk memenuhi kebutuhan hidup di bulan berikutnya. Jangan dihambur-hamburkan kalau tidak mau dilanda kesulitan finansial. Sementara THR, harus Anda pastikan bahwa penggunaannya bermanfaat.

Contohnya untuk membayar atau melunasi utang. Jika tidak punya utang, Anda dapat menyisihkan sebagian uang THR untuk investasi, tabungan, atau mengisi kas dana darurat.

Sebagian lagi, bisa dipakai untuk berbelanja kebutuhan Lebaran, termasuk membayar zakat
fitrah.

Baca juga: Presiden hingga Anggota DPR Tak Terima THR, Pemerintah Hemat Rp 5,5 Triliun

4. Tidak gampang tergoda tawaran promo belanja

Meski Anda sudah merencanakan keuangan jauh-jauh hari, namun biasanya orang akan ‘gelap mata’ begitu melihat banjir promo spesial Ramadhan, seperti diskon, cashback, buy 1 get 1, dan promo lainnya.

Alih-alih berhemat, malah makin boros karena terlalu banyak yang dibeli. Aji mumpung, tapi
kebablasan.

 

Jadi, pastikan Anda memanfaatkan promo untuk belanja kebutuhan pokok saja. Bukan menuruti keinginan semata yang bisa membuat Anda menyesal nantinya.

Jadikan Bulan Puasa Momen untuk Berhemat

Bulan puasa sejatinya menahan haus dan lapar. Termasuk menahan hawa nafsu dalam
menggunakan uang.

Apalagi di tengah pagebluk virus corona atau Covid-19, keuangan sedang susah,
sangat penting untuk berhemat.

Anda tidak akan pernah tahu kapan wabah virus corona ini akan tamat. Kapan kesulitan ini
bakal berakhir.

Jika Anda mampu hidup sederhana dan berhemat, maka keuangan Anda dijamin selamat. Mari belajar menghargai uang dan membuat puasamu lebih bermakna di bulan suci Ramadhan.

 

Artikel ini merupakan kerja sama Kompas.com dan Cermati.com. Isi sepenuhnya merupakan tanggung jawab Cermati.com.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPK Tanggapi Pernyataan Benny Tjokro dalam Persidangan Kasus Jiwasraya

BPK Tanggapi Pernyataan Benny Tjokro dalam Persidangan Kasus Jiwasraya

Whats New
DPR Sebut Kenaikan Cukai Bisa Tingkatkan Peredaran Rokok Ilegal

DPR Sebut Kenaikan Cukai Bisa Tingkatkan Peredaran Rokok Ilegal

Whats New
Mendag: Industri Halal Topang Kinerja Neraca Dagang Indonesia

Mendag: Industri Halal Topang Kinerja Neraca Dagang Indonesia

Whats New
Satgas PEN: Bergerak Bersama, Jangan Buang Waktu Pertentangkan Covid-19

Satgas PEN: Bergerak Bersama, Jangan Buang Waktu Pertentangkan Covid-19

Whats New
Perusahaan Asuransi Ini Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia

Perusahaan Asuransi Ini Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia

Work Smart
Terkait UU Cipta Kerja, Ketua SPSI Gresik Minta Pemerintah Lebih Terbuka

Terkait UU Cipta Kerja, Ketua SPSI Gresik Minta Pemerintah Lebih Terbuka

Whats New
Menperin Dorong Pembentukan Kawasan Industri Halal

Menperin Dorong Pembentukan Kawasan Industri Halal

Whats New
Mau Sukses Cari Pekerjaan Baru? Siapkan Dulu 3 Hal Penting Ini

Mau Sukses Cari Pekerjaan Baru? Siapkan Dulu 3 Hal Penting Ini

Work Smart
Menko Airlangga Pastikan Sertifikasi Produk Halal Gratis untuk UMKM

Menko Airlangga Pastikan Sertifikasi Produk Halal Gratis untuk UMKM

Whats New
Ganjar: Ada Daerah Bebas Covid-19 Raih Penghargaan, padahal Tak Pernah Testing...

Ganjar: Ada Daerah Bebas Covid-19 Raih Penghargaan, padahal Tak Pernah Testing...

Whats New
Sri Mulyani Mau Gratiskan Sertifikasi Halal untuk UMKM

Sri Mulyani Mau Gratiskan Sertifikasi Halal untuk UMKM

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Setahun Jokowi-Ma'ruf | Hari Santri Nasional | Ulang Tahun ke-12 Kompasiana

[POPULER DI KOMPASIANA] Setahun Jokowi-Ma'ruf | Hari Santri Nasional | Ulang Tahun ke-12 Kompasiana

Rilis
Makanan, Minuman, hingga Farmasi Jadi Sektor Dikembangkan di Kawasan Industri Halal

Makanan, Minuman, hingga Farmasi Jadi Sektor Dikembangkan di Kawasan Industri Halal

Whats New
Cuti Bersama, Semua Kantor Cabang BCA Tidak Beroperasi

Cuti Bersama, Semua Kantor Cabang BCA Tidak Beroperasi

Whats New
Kegiatan RJIT Kementan Dongkrak Produktivitas Persawahan Bandung Barat

Kegiatan RJIT Kementan Dongkrak Produktivitas Persawahan Bandung Barat

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X