PSBB Diterapkan, Penumpang TransJakarta hingga KRL Turun Drastis

Kompas.com - 20/04/2020, 12:02 WIB
Sejumlah penumpang duduk di dalam rangkaian KRL di Stasiun Tangerang, Banten, Sabtu (18/4/2020). Kementerian Perhubungan memutuskan tidak memberhentikan sementara kegiatan operasional KRL Jabodetabek saat PSBB melainkan hanya membatasi jumlah penumpang di KRL. ANTARA FOTO/FAUZANSejumlah penumpang duduk di dalam rangkaian KRL di Stasiun Tangerang, Banten, Sabtu (18/4/2020). Kementerian Perhubungan memutuskan tidak memberhentikan sementara kegiatan operasional KRL Jabodetabek saat PSBB melainkan hanya membatasi jumlah penumpang di KRL.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melaporkan adanya penurunan jumlah pengguna transportasi umum di wilayah Jabodetabek.

Kepala BPTJ Polana Pramesti mengatakan penurunan sudah terjadi sejak sebelum pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara resmi, yang dimulai tanggal 10 April 2020 di wilayah DKI Jakarta menyusul kemudian Jawa Barat (Depok, Bekasi dan Bogor Raya) pada tanggal 15 April 2020 serta Banten (Tangerang Raya) pada 18 April 2020.

Penurunan utamanya terjadi sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berinisiasi melakukan berbagai pembatasan termasuk pembatasan transportasi, sehingga pada bulan Maret sudah mulai terjadi penurunan pengguna angkutan umum massal yang signifikan.

Baca juga: Tak Hentikan Layanan KRL, Kemenhub Hanya Batasi Penumpang saat PSBB

BPTJ mencatat, untuk layanan TransJakarta, selama bulan April 2020 sampai dengan tanggal 15 jumlah penggunanya mengalami penurunan cukup signifikan, menjadi sebanyak 83.000 orang per hari. Dimana pada bulan Januari 2020 jumlah penumpang mencapai lebih kurang 840.000 orang per hari.

"Penurunan penumpang Transjakarta bahkan sudah dimulai sejak bulan Maret yaitu sebesar rata rata 550.000 orang per hari atau turun 34,52 persen dibandingkan jumlah penumpang normal pada bulan Januari 2020," tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2020).

Penurunan penumpang juga terjadi pada layanan Moda Raya Terpadu (MRT), dimana pada bulan Januari 2020 lalu, pengguna mencapai 85.000 orang per hari.

Sementara pada bulan Maret, sudah mengalami penurunan sebesar 47,0 persen, menjadi sekitar 45.000 orang per hari.

"Data terakhir tercatat pada bulan April sampai dengan tanggal 15 hanya berkisar 5.000 penumpang per hari, atau turun sebesar 94,11 persen dibanding Januari 2020," ujar Polana.

Baca juga: Ini Alasan Luhut Tidak Hentikan Operasional KRL

Penurunan juga dialami pada moda transportasi KRL. Dimana pada bulan Januari lalu, KRL setiap harinya masih melayani sebanyak kurang lebih 859.000 orang.

Lalu, pada bulan Maret, jumlahnya turun sebesar 30,38 persen menjadi sekitar 598.000 orang per hari.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.