Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah dalam 21 Tahun

Kompas.com - 20/04/2020, 13:45 WIB
Ilustrasi minyak SHUTTERSTOCKIlustrasi minyak

SINGAPURA, KOMPAS.com - Harga minyak dunia melanjutkan pelemahannya, bahkan hingga mencapai level terendah dalam 21 tahun.

Dilansir dari Bloomberg, Senin (20/4/2020), anjloknya harga minyak disebabkan kekhawatiran bahwa dunia akan kekurangan tempat untuk menyimpan pasokan minyak mentah, setelah pemangkasan produksi terbukti tak efektif menangani jatuhnya permintaan.

Dilaporkan, harga acuan minyak AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Mei 2020 anjlok 16 persen ke level 15,27 dollar AS per barrel.

Baca juga: Harga Minyak Anjlok, Pertamina Tambah Impor Minyak Mentah dan BBM

Pada pekan lalu, harga minyak WTI terjungkal 20 persen.

Minggu lalu, harga minyak WTI mencapai 14,47 dollar AS per barrel, level terendah sejak Maret 1999. Adapun harga untuk kontrak pengiriman pada Juni 2020 merosot 5,1 persen pada level 23,75 dollar AS per barrel.

Kemudian, harga acuan minyak global Brent untuk pengiriman bulan Juni 2020 turun 0,9 persen ke level 27,84 dollar AS per barret.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada pekan lalu, harga acuan minyak Brent anjlok 11 persen.

Beberapa waktu lalu, pemangkasan produksi minyak sebesar 9,7 juta barrel per hari (bph) disetujui oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa negara mitra produsen atau OPEC+.

Baca juga: Harga Minyak Masih Anjlok, Arab Saudi Cari Utang

Akan tetapi, pemangkasan ini tampaknya tak berpengaruh pada terkereknya harga minyak.

Sebab, kondisi ekonomi dunia pun sedang tidak baik. China melaporkan kontraksi ekonomi pertamanya dalam 44 tahun pada akhir pekan lalu.

Ini adalah indikasi hal yang akan terjadi pada beberapa negara ekonomi utama lainnya akibat pagebluk virus corona.

Namun demikian, ada beberapa tanda optimisme, yakni sedikit meredanya tingkat kematian di New York dan beberapa negara di Eropa yang terdampak virus corona paling parah.

 

"Harga saat ini menunjukkan bahwa pemangkasan (produksi minyak yang dilakukan) OPEC+ terbukti (dampaknya) kecil, (karena) lagi-lagi harga minyak berada di bawah pengaruh virus corona," ujar Vandana Hari, pendiri Vanda Insights di Singapura.

"Sampai kita mendekati pencabutan lockdown di AS, harga minyak bisa terdorong ke bawah atau berada di kisaran saat ini," imbuh Hari.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maman Suherham dan 'Mice' Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi 'Bahagia Bersama' di Kompasianival 2021

Maman Suherham dan "Mice" Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi "Bahagia Bersama" di Kompasianival 2021

Rilis
Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Rilis
Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Whats New
Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Whats New
Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Work Smart
Kemenaker Sebut Sistem Pengupahan yang Baik Bisa Dongkrak Produktivitas Dunia Usaha

Kemenaker Sebut Sistem Pengupahan yang Baik Bisa Dongkrak Produktivitas Dunia Usaha

Rilis
Account Executive: Definisi, Jenjang Karier, dan Gaji

Account Executive: Definisi, Jenjang Karier, dan Gaji

Work Smart
Lifehack: Cerdas Finansial di Tengah Situasi Tak Pasti, bersama Financial Educator Lifepal Aulia Akbar

Lifehack: Cerdas Finansial di Tengah Situasi Tak Pasti, bersama Financial Educator Lifepal Aulia Akbar

Rilis
 ITDRI Festival 2021 Jadi Wadah Digital Talent Telkom Pamerkan Karya dan Berkolaborasi

ITDRI Festival 2021 Jadi Wadah Digital Talent Telkom Pamerkan Karya dan Berkolaborasi

Whats New
Mengenal OJK, Sejarah Berdiri, Tugas, Fungsi, dan Wewenangnya

Mengenal OJK, Sejarah Berdiri, Tugas, Fungsi, dan Wewenangnya

Whats New
Lewat KTT G20, Luhut Ingin Tunjukkan Kemajuan Pembangunan di Indonesia

Lewat KTT G20, Luhut Ingin Tunjukkan Kemajuan Pembangunan di Indonesia

Rilis
Erick Thohir: Banyak Perusahaan Kontrol Bibit Sawit Unggul, PTPN Buka Lebar untuk Petani

Erick Thohir: Banyak Perusahaan Kontrol Bibit Sawit Unggul, PTPN Buka Lebar untuk Petani

Whats New
Penerima Bantuan Subsidi Upah Ditambah, Begini Cara Cek Status Calon Penerima

Penerima Bantuan Subsidi Upah Ditambah, Begini Cara Cek Status Calon Penerima

Rilis
Minyak Goreng Turun, Berikut Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Minyak Goreng Turun, Berikut Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Spend Smart
Meski Terhalang Banjir, Tol Cisumdawu Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan

Meski Terhalang Banjir, Tol Cisumdawu Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.