Harga Minyak Dunia Minus, Bagaimana Bisa?

Kompas.com - 21/04/2020, 11:08 WIB
Tangki dan pipa minyak Aramco di kilang minyak Ras Tanura dan terminal minyak di Arab Saudi pada 21 Mei 2018. (REUTERS/Ahmed Jadallah) Ahmed JadallahTangki dan pipa minyak Aramco di kilang minyak Ras Tanura dan terminal minyak di Arab Saudi pada 21 Mei 2018. (REUTERS/Ahmed Jadallah)

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga minyak dunia anjlok tajam. Bahkan, harga minyak yang diperdagangkan di kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) saat ini sudah minus alias di bawah nol.

Dilansir dari CNN, Selasa (21/4/2020), harga minyak di Amerika Serikat (AS) anjlok di titik terendahnya menjadi -37,63 dollar AS per barel. Itu level terendah sejak NYMEX membuka perdagangan berjangka minyak pada tahun 1983.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro mengungkapkan, harga minyak pada level minus terjadi karena penjual tidak mendapatkan keuntungan dari minyak yang dijualnya. Sebaliknya, pedagang justru malah harus membayar minyak yang dijualnya.

" Harga minyak minus itu terjadi karena harga kontrak di mana penjualan atau pengiriman sudah ditentukan di tanggal tertentu," jelas Komaidi, Selasa (21/4/2020).

Baca juga: Sempat Minus, Harga Minyak Mentah Kembali Naik

Dia mengilustrasikan, di bursa perdagangan, pembeli dan penjual sudah sepakat untuk pengiriman minyak pada tanggal 30 Mei, namun saat pengiriman harga minyak justru nol atau tidak ada harganya lantaran tak ada pembeli.

"Jadi ketika saya penjual mau kirim minyak tanggal 30 Mei sesuai kontrak, harga minyak 0 dollar AS per barel karena tak ada yang mau membeli, karena minyak sedang nggak laku. Sementara saya penjual tetap harus kirim minyaknya, harus tetap eksekusi karena terikat kontrak. Biaya pengiriman kan ditanggung penjual. Jadi itu yang dinamakan minus," terang Komaidi.

Harga minyak hingga 0 dollar AS per barel di bursa perdagangan disebabkan karena sama sekali tak ada permintaan. Sementara dalam kontrak, harga yang berlaku bisa bersifat mengambang sesuai harga pasar saat pengiriman. 

"Minus itu kan sebenarnya terjadi di regional AS, bukan dunia. Sifat perdagangan minyak memang seperti itu, jadi saat ini di AS tangker dan penyimpanan sudah penuh semua. Nah minyak ini kalau sudah penuh, pasti tidak ada yang beli, karena mau disimpan di mana. Ini yang membuat jadi minus," kata dia.

Baca juga: Imbas Harga Minyak Minus, Harga Emas Antam Naik Rp 7.000

Selain penuhnya penyimpanan minyak di AS, minyak juga tak bisa dikirim ke nagara lain karena sepinya permintaan imbas wabah virus corona.

"Di pasar minyak di luar AS juga permintaan minyak turun sekali. Lalu ada kelebihan produksi dari negara-negara OPEC dan Rusia," ungkap Komaidi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Kekayaan Gatot Nurmantyo | Gurita Bisnis Tommy Soeharto

[POPULER MONEY] Kekayaan Gatot Nurmantyo | Gurita Bisnis Tommy Soeharto

Whats New
Naik Mulai Tahun Depan, Selembar Materai Harus Ditebus Rp 10.000

Naik Mulai Tahun Depan, Selembar Materai Harus Ditebus Rp 10.000

Whats New
Hasil Studi: Gen Z Menyerah Mengejar Pekerjaan Impian akibat Pandemi

Hasil Studi: Gen Z Menyerah Mengejar Pekerjaan Impian akibat Pandemi

Work Smart
Jonan Sebut Kampanye BBM Ramah Lingkungan Tugasnya Menkes Terawan

Jonan Sebut Kampanye BBM Ramah Lingkungan Tugasnya Menkes Terawan

Whats New
Tarif Tol Manado-Bitung Rp 1.100/Km, Menteri PUPR: Cukup Murah!

Tarif Tol Manado-Bitung Rp 1.100/Km, Menteri PUPR: Cukup Murah!

Whats New
BLT UMKM yang Sudah Ditransfer Harus Segera Dicairkan, Ini Alasannya

BLT UMKM yang Sudah Ditransfer Harus Segera Dicairkan, Ini Alasannya

Whats New
Cari Banyak Karyawan, Taspen: Kami Utamakan Orang yang Punya Kepedulian Tinggi

Cari Banyak Karyawan, Taspen: Kami Utamakan Orang yang Punya Kepedulian Tinggi

Whats New
Penyerapan BLT UMKM Belum 100 Persen, Pelaku Usaha Masih Bisa Daftar

Penyerapan BLT UMKM Belum 100 Persen, Pelaku Usaha Masih Bisa Daftar

Whats New
Punya e-Pas, Nelayan Bisa Agunkan Kapal ke Bank

Punya e-Pas, Nelayan Bisa Agunkan Kapal ke Bank

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Bahana soal PMN Rp 20 Triliun bukan Untuk Selesaikan Jiwasraya

Sri Mulyani Ingatkan Bahana soal PMN Rp 20 Triliun bukan Untuk Selesaikan Jiwasraya

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Prabowo soal Anggaran Rp137 Triliun Tak Hanya untuk Belanja Alutsista

Sri Mulyani Ingatkan Prabowo soal Anggaran Rp137 Triliun Tak Hanya untuk Belanja Alutsista

Whats New
MK Tolak Gugatan Ninmedia, MNC Group: Hak Siar Dilindungi Negara

MK Tolak Gugatan Ninmedia, MNC Group: Hak Siar Dilindungi Negara

Whats New
Digitalisasi dan Inovasi Produk, Upaya Bisnis Waralaba Bertahan Selama Pandemi

Digitalisasi dan Inovasi Produk, Upaya Bisnis Waralaba Bertahan Selama Pandemi

Smartpreneur
Menaker Ungkap Masih Ada Kendala Penyaluran Subsidi Gaji

Menaker Ungkap Masih Ada Kendala Penyaluran Subsidi Gaji

Whats New
Produk Soda Api Indonesia Kini Bebas Safeguard ke Ukraina

Produk Soda Api Indonesia Kini Bebas Safeguard ke Ukraina

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X