Stafsus Erick Thohir Pastikan Pencopotan Refly Harun Bukan karena Unsur Politis

Kompas.com - 21/04/2020, 12:43 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Dok. BNPBStaf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga memastikan pencopotan Refly Harun dari posisi Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia ( Pelindo) I bukan karena unsur politis.

Sebab lanjut dia, tak hanya Refly yang dicopot dari jabatannya. Ada tiga dewan komisaris Pelindo I yang juga turut dicopot.

“Kan empat (komisaris Pelindo I) yang diganti, bukan hanya satu (komisaris),” ujar Arya kepada Kompas.com, Selasa (21/4/2020).

Baca juga: Dicopot Erick Thohir, Ini Respons Refly Harun

Senin (20/4/2020) kemarin, Arya sempat mengatakan perombakan jajaran dewan direksi Pelindo I dilakukan dalam rangka penyegaran organisasi.

“Jadi itu refreshing saja, artinya perlu refreshing di Pelindo, sehingga kita ganti empat orang. Jadi mudah-mudaha dengan refreshing ini membuat Pelindo I juga akan semakin bergairah kinerjanya, dan bisa menghadapi corona juga,” kata Arya.

Selain Refly, Erick juga turut mencopot tiga jajaran komisaris Pelindo I. Ketiganya, yakni Heryadi dari jabatan Komisaris Independen, Bambang Setyo Wahyudi (Komisaris), Lukita Dinarsyah Tuwo (Komisaris) dan Winata Supriatna (Komisaris).

Nama Refly Harun sendiri sebenarnya wajah lama di Kementerian BUMN. Sebelum berlabuh di Pelindo I, dia sebelumnya sempat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Refly Harun selama ini dikenal sebagai akademisi kerapkali mengkritik pemerintah. Dia mengaku, tetap kritis meski ditawari masuk dalam jajaran komisaris BUMN jalan tol sejak tahun 2015.

Dikutip dari Harian Kompas, 1 November 2019, Refly Harun sempat mengkritik keluarnya revisi UU KPK yang dianggap melemahkan lembaga anti-rasuah tersebut.

Selain ini, dia menilai, ada kecenderungan makin banyaknya akomodasi terhadap kekuatan-kekuatan politik yang dilakukan Jokowi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X