Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Agar Tak PHK Karyawan, Pengusaha Banting Setir Produksi APD

Kompas.com - 21/04/2020, 12:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengungkapkan, banyak pengusaha yang banting setir memproduksi alat pelindung diri (ADP) saat pandemi Covid-19.

Hal itu dilakukan agar usahanya tetap bisa berjalan sehingga tidak sampai mengambil keputusan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) para karyawan.

"Jadi, ada juga perjuangan pengusaha yang banting setir dan kreatif untuk bertahan," ujar Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Vokasi, dan Kesehatan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Sari Pramono dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Baca juga: Stafsus Erick Thohir Pastikan Pencopotan Refly Harun Bukan karena Unsur Politis

Seperti diketahui, merebaknya Covid-19 di Indonesia membuat kebutuhan akan masker dan alat medis melonjak tajam.

Akhirnya hal ini dimanfaatkan oleh pengusaha konveksi untuk beralih menjahit APD dan masker non-medis.

Hipmi berharap kepada pemerintah agar ke depannya industri kesehatan Indonesia harus diperkuat. Apalagi kata dia, berbagai negara termasuk Indonesia tengah mengalami kelangkaan bahan baku APD.

"Jangan sampai kita bisa mengerjakan, tapi bahan baku impor. Kami akan mendorong setiap pengusaha konveksi untuk mengembangkan bisnisnya," kata dia.

Baca juga: Mudik Resmi Dilarang, Angkutan Umum dan Pribadi Tidak Boleh Keluar Zona Merah

Sementara itu, Ketua Kompartemen Industri Kesehatan BPP HIPMI I Gusti Nyoman Darmaputra memainta pemerintah menindak pihak-pihak yang mempersulit distribusi para UMKM yang memproduksi alkes dan APD.

Ia mengatakan, akibat pendistribusian APD terhambat oleh masalah perizinan, banyak tenaga medis tidak menggunakan APD dalam menangani pasien Covid-19.

"Harus dipermudah perizinan dan kebijakan khusus untuk distribusi APD produk UMKM. Daripada pemerintah berat memberikan bantuan, lebih baik dilonggarkan dalam perizinan dan berkoordinasi dengan organisasi untuk penyaluran APD, sehingga pemenuhan lebih merata berasal dari UMKM," ucapnya.

Baca juga: Erick Thohir Putuskan Direksi dan Komisaris BUMN Tak Dapat THR

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+