Mengenal Sosok Perempuan yang Ungkap Perdagangan Insang Pari Ilegal

Kompas.com - 21/04/2020, 13:39 WIB
Tri Iswardhani, yang bertugas di Pangkalan PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tanjung Benoa merupakan sosok perempuan yang mengungkap perdagangan insang pari manta ilegal.  Dok. KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANTri Iswardhani, yang bertugas di Pangkalan PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tanjung Benoa merupakan sosok perempuan yang mengungkap perdagangan insang pari manta ilegal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) memiliki total 62 orang pengawas perikanan wanita.

Mereka umumnya bertugas untuk mengawasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang perikanan, termasuk berhadapan dengan para pelaku ilegal fishing (IUUF).

Para "Kartini" ini juga menjalankan tugas selayaknya pengawas perikanan lain, yakni melakukan patroli dengan Kapal Pengawas maupun tugas penegakan hukum.

Baca juga: Pesan Sri Mulyani di Hari Kartini: Sudahkah Berbuat Baik ke Sesama?

Tri Iswardhani misalnya, perempuan asal Kebumen yang bertugas di Pangkalan PSDKP Benoa ini menjadi salah satu otak penting yang mengungkap perdagangan insang pari manta ilegal yang terjadi di Pengambengan di Tahun 2014.

”Itu salah satu pengalaman yang luar biasa bagi saya, karena benar-benar tidak mudah mengungkap kasus tersebut,” ujar Tri dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2020).

Tri, demikian sapaan akrabnya, merupakan Pengawas Perikanan Madya yang merintis karirnya mulai dari Pengawas Perikanan Pertama.

Dia juga memiliki pengalaman memimpin Satuan Kerja Pengawasan.

”Sebelum ditugaskan di Benoa, saya pernah menjadi Kepala Satker PSDKP Karangantu (Banten) dan Pengambengan (Jembrana),” kisah Tri.

Baca juga: Hari Kartini, Yuk Mengenal Para Srikandi Perbankan Indonesia

Sosok lainnya adalah Togu Katharina. Togu merupakan gadis keturunan Sumatera Utara yang banyak memiliki riwayat penugasan di wilayah Indonesia Bagian Timur.

”Saya telah bertugas selama 10 tahun sebagai Pengawas Perikanan, dan pernah bertugas di Tual, Merauke, dan Sorong,” ungkap Togu.

Sebagai Pengawas Perikanan, Togu mengakui tugasnya tidaklah mudah. Ia menyadari tugas membina nelayan dan menjadikan mereka pelaku usaha yang taat (comply) pasti banyak memiliki tantangan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X