Angin Segar di Kala Pandemi, Furnitur Karang Anyar Tembus Ekspor ke Swiss

Kompas.com - 21/04/2020, 15:18 WIB
Aninda Furniture Indonesia merupakan perusahan furnitur asal Jawa Tengah yang fokusnya pada residential furniture, hotel furniture, dan home decor. Aninda juga telah dipercaya oleh sejumlah hotel kelas internasional.

Dok. LPEIAninda Furniture Indonesia merupakan perusahan furnitur asal Jawa Tengah yang fokusnya pada residential furniture, hotel furniture, dan home decor. Aninda juga telah dipercaya oleh sejumlah hotel kelas internasional.

KOMPAS.com - Selalu ada peluang di setiap persoalan. Selama pandemi global Covid-19 melanda dunia, optimisme pelaku usaha mesti tetap terjaga.

Angin segar pun hadir di tengah redupnya sejumlah industri ekspor di Tanah Air.

Setidaknya, keyakinan untuk tumbuh muncul dari kalangan usaha kecil menengah ( UKM).

Jika pasar ekspor utama cenderung lesu, Aninda Furniture Indonesia, pelaku UKM asal Karang Anyar,  Jawa Tengah, berhasil tembus pasar ekspor Swiss.

Baca juga: UMKM Ingin Ajukan Keringanan Kredit ke Fintech? Ini Kriterianya

UKM binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia ( LPEI) itu justru dipercaya sejumlah hotel kelas internasional.

Aufar Hifzie, pemilik Aninda Furniture Indonesia mengatakan pihaknya berhasil mengirim produk perabotan pagar bambu bervolume 1x20 feet ke Swiss.

"Kami berharap hal ini merupakan langkah awal agar kegiatan ekspor kami dapat terus berlangsung meski kondisinya kurang menguntungkan saat ini” kata Aufar dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (2/4/2020).

Baca juga: Lantik Direktur Eksekutif LPEI, Ini Permintaan Sri Mulyani

Perajin lokal tersebut berfokus pada residential furniture, hotel furniture, dan home decor.

Sebelum ekspor ke Swiss, Aufar telah menjadi salah satu mitra binaan LPEI melalui Coaching Program for New Exporters (CPNE).

Dalam program tersebut, Aufar mendapat sejumlah pelatihan seperti cara ekspor, desain produk, promosi, dan penyusunan laporan keuangan.

Pelatihan tersebut diberikan oleh LPEI kepada 27 UMKM prospektif dan berorientasi ekspor.

Baca juga: Ekspor Produk Perikanan Jadi Peluang Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19

Corporate Secretary LPEI Yadi J. Ruchandi berharap, ekspor Aninda Furniture Indonesia tahun 2020 ini jadi pemicu motivasi UKM mitra binaan lainnya untuk menjadi eksportir baru.

"Harapannya, UKM yang merupakan peserta CPNE 2020 aktif dalam mengembangkan usahanya meski kondisi pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar bagi perekonomian kita” kata Yadi.

Selanjutnya, ditengah pandemi Covid-19 LPEI terus mendorong UMKM di Indonesia untuk melakukan ekspor melalui berbagai pelatihan yang akan diselenggarakan dengan metode online.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X