Holding BUMN Farmasi Pesimistis Indonesia Bebas dari Bahan Baku Impor di 2025

Kompas.com - 21/04/2020, 17:19 WIB
Konferensi pers terkait pembentukan holding BUMN farmasi di Jakarta, Rabu (5/2/2020). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMAKonferensi pers terkait pembentukan holding BUMN farmasi di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Holding BUMN Farmasi pesimis Indonesia bisa bebas impor bahan balu obat dan alat kesehatan di lima tahun mendatang atau tepatnya di 2025.

Hal tersebut diungkapkan Direktur PT Bio Farma yang sekaligus induk holding BUMN Farmasi Honesti Basyir saat rapat virtual dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (21/4/2020).

“Untuk menuju nol persen impor masih susah 5 tahun ke depan. Yang coba kami lakukan adalah mengurangi impor bahan baku,” ujar Honesti.

Baca juga: Erick Thohir Minta BUMN Farmasi Jaga Stabilitas Harga Masker

Kendati begitu, Honesti mengaku pihaknya telah menyiapkan roadmap untuk mengurangi ketergantungan impor. Dia akan mengoptimalkan pabrik-pabrik milik Holding BUMN farmasi untuk memproduksi bahan baku obat-obatan.

“Masalah bahan baku, yang kami lakukan sudah bikin roadmap. Tahun 2021 kami bisa mengurangi impor dari 90 persen ke 75 persen,” kata dia.

Sejauh ini, lanjut Honesti, Indonesia masih impor bahan baku obat-obatan dari China dan India.

“Kondisi kimia dasar kita belum sebaik India dan China. Kadang juga impor lebih menarik daripada bikin bahan dasar sendiri,” ucap dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X