Soal Mafia, Komisi VI Tepis Anggapan Ikut dalam Pengadaan Alat Kesehatan

Kompas.com - 21/04/2020, 19:12 WIB
Ketua panitia kerja Jiwasraya Komisi VI DPR RI Aria Bima di Gedung DPR RI, Selasa (25/2/2020). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMAKetua panitia kerja Jiwasraya Komisi VI DPR RI Aria Bima di Gedung DPR RI, Selasa (25/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima meminta BUMN Farmasi untuk menjelaskan soal tudingan adanya mafia impor alat kesehatan.

Dia mengaku hal tersebut saat ini ramai dibicarakan di media mainstream maupun media sosial.

Hal tersebut diungkapkan Aria saat rapat virtual antara Komisi VI DPR RI dengan beberapa perusahaan BUMN Farmasi, Selasa (21/4/2020).

“Upaya pencegahan ini seperti apa, supaya masyarakat transparan bahkan dituduhkan juga itu berkolaborasi dengan politisi. Kita sama sekali Komisi VI tidak ikut-ikut mengenai masalah pengadaan pengadaan alat kesehatan ini ya,” ujar Arya.

Baca juga: Lawan Mafia Alkes, Kemendag Diminta Beberkan Persyaratan Impor

Aria menekankan pentingnya transparansi soal impor alat kesehatan. Sebab, saat ini bahan baku obat-obatan dan alat kesehatan 90 persen masih impor.

“Maka patern education di dalam pengadaan dan distribusi saya kira penting, supaya mafia-mafia ini tidak memanfaatkan situasi yang ada dan pentingnya rapat ini salah satunya adalah memberikan tranparansi dan akuntabilitas “ kata Aria.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Politisi Partai Demokrat ini tak ingin di masa pandemi corona ada oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan untuk mengeruk keuntungan.

“Orang baik saya lihat muncul di berbagai media sosial yang empati terhadap situasi sekarang ini. Tapi situasi yang sama juha muncul orang orang yang tidak baik atau orang-orang yang bandit-bandit yang memanfaatkan situasi ini untuk sekedar mencari keuntungannya,” ucap dia.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, saat ini mayoritas bahan baku untuk obat-obatan dan alat kesehatan yang beredar di Indonesia masih impor.

Mantan bos klub sepak bola Inter Milan ini mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

“Mohon maaf kalau saya bicara ini, sangat menyedihkan kalau negara sebesar Indonesia ini, 90 persen bahan baku dari luar negeri untuk industri obat. Sama juga alat kesehatan, mayoritas dari luar negeri,” ujar Erick usai meninjau RS Pertamina Jaya, Kamis (16/4/2020).

Menurut Erick, mewabahnya virus corona di Indonesia harus dijadikan cambukan untuk mengubah hal tersebut. Dengan demikian, nantinya bangsa Indonesia tak akan lagi tergantung dengan negara lain.

“Saya mohon maaf kalau menyinggung beberapa pihak. Janganlah negara kita yang besar ini selalu terjebak praktik-praktik yang kotor, sehingga alat kesehatan mesti impor, bahan baku mesti impor,” kata Erick.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Perpanjangan PPKM Level 4 | Sri Mulyani Kecewa terhadap Jajaran Bea Cukai

[POPULER MONEY] Perpanjangan PPKM Level 4 | Sri Mulyani Kecewa terhadap Jajaran Bea Cukai

Whats New
Luhut Minta Pasien Covid-19 Lakukan Isolasi Terpusat, Ini Alasannya

Luhut Minta Pasien Covid-19 Lakukan Isolasi Terpusat, Ini Alasannya

Whats New
Luhut Minta Sebagian Dana Desa untuk Belanja Alat Tes Covid-19

Luhut Minta Sebagian Dana Desa untuk Belanja Alat Tes Covid-19

Whats New
Mengenal Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Simulasi Investasinya

Mengenal Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Simulasi Investasinya

Earn Smart
Pemerintah Targetkan Vaksinasi  Covid-19 di Agustus Capai 70 Juta Dosis

Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid-19 di Agustus Capai 70 Juta Dosis

Whats New
 Kartu Prakerja Gelombang 18 Segera Dibuka, Update Data Diri di prakerja.go.id

Kartu Prakerja Gelombang 18 Segera Dibuka, Update Data Diri di prakerja.go.id

Whats New
Hingga Juli 2021, Program PEN Sudah Terealisasi 41 Persen

Hingga Juli 2021, Program PEN Sudah Terealisasi 41 Persen

Whats New
PPKM Diperpanjang Sampai Tanggal Berapa? Ini Informasi Terbarunya

PPKM Diperpanjang Sampai Tanggal Berapa? Ini Informasi Terbarunya

Whats New
Pemerintah Perpanjang PPKM Level 4 di 21 Provinsi Luar Jawa-Bali

Pemerintah Perpanjang PPKM Level 4 di 21 Provinsi Luar Jawa-Bali

Whats New
Kapan Bantuan Rp 1,2 Juta Buat PKL hingga Warteg Cair? Ini Jawaban Menko Airlangga

Kapan Bantuan Rp 1,2 Juta Buat PKL hingga Warteg Cair? Ini Jawaban Menko Airlangga

Whats New
Komunikasi Kepemimpinan dalam Era Kenormalan Baru

Komunikasi Kepemimpinan dalam Era Kenormalan Baru

Work Smart
Acer Dapat Pesanan Laptop dari Kemendikbud

Acer Dapat Pesanan Laptop dari Kemendikbud

Whats New
Pengertian Reksa Dana Pendapatan Tetap, Risiko, dan Kelebihannya

Pengertian Reksa Dana Pendapatan Tetap, Risiko, dan Kelebihannya

Earn Smart
Tidak Hanya Kesehatan dan Kendaraan, Aset Properti Juga Penting Diasuransikan

Tidak Hanya Kesehatan dan Kendaraan, Aset Properti Juga Penting Diasuransikan

Rilis
Ditargetkan Rampung 2021, Bendungan Sukamahi dan Ciawi Kurangi Debit Air di Pintu Air Manggarai

Ditargetkan Rampung 2021, Bendungan Sukamahi dan Ciawi Kurangi Debit Air di Pintu Air Manggarai

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X