Luhut Soal Larangan Mudik: Sudah Cukup Kita Ambil Risiko

Kompas.com - 21/04/2020, 19:30 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (7/2/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (7/2/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah resmi melarang pelaksanaan mudik Lebaran 2020, setelah awalnya hanya mengimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan mudik.

Pelaksana Tugas Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pemerintah ingin memperketat aturan untuk meminimalisasi penyebaran virus corona (Covid-19).

"Sudah cukup kita ambil risiko, sekarang kami buat ketat," kata Luhut dalam rapat kerja virtual Komisi V DPR RI, Selasa (21/4/2020).

Baca juga: Luhut: Pemerintah Ingin Tidak Semuanya Ketat, tapi Bertahap

Lebih lanjut, sebelum mudik dilarang, pemerintah disebut sudah melakukan berbagai persiapan agar kebijakan tersebut justru tidak merugikan masyarakat yang tidak dapat pulang ke kampung halamannya.

"Kalau kami umumkan (pelarangan mudik) tiba-tiba, kita belum siap, buat apa," ujar Luhut.

Oleh karenanya, meskipun sudah ada masyarakat yang pulang ke kampung halamannya, Luhut menilai pemerintah tidak terlambat untuk menerapkan aturan pelarangan mudik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Luhut Ibaratkan Keputusan Larangan Mudik Seperti Operasi Militer

"Dibilang terlambat enggak juga. Waktunya kami pas kan, tidak ada yang tidak kami hitung dalam konteks ini," kata dia.

Rencananya, pelarangan udik baru akan diterapkan secara efektif pada tanggal 24 April 2020. Namun, penerapan sanksi baru akan dilakukan pada tanggal 7 Mei 2020.

"Ada persiapan ke arah situ," ucap Luhut.

Baca juga: Larangan Mudik Berlaku mulai 24 April 2020



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X