Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Susi Usulkan Penghapusan Kemenperin dan Kemendag, Ini Respons Menperin

Kompas.com - 22/04/2020, 12:14 WIB
Ade Miranti Karunia,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menanggapi usulan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkait penghapusan dua kementerian soal mafia impor alat kesehatan (alkes).

Kedua kementerian tersebut adalah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Agus menjelaskan, penerbitan izin impor merupakan kewenangan Kementerian Perdagangan.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Usul Hapus Kemendag dan Kemenperin untuk Berantas Mafia Impor

Adapun terkait impor alat-alat kesehatan penerbitan merupakan ranah Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Yang mengeluarkan izin impor hanya Mendag. Kalau dikaitkan dengan alat kesehatan dan farmasi, izin impor ada di BPOM dan Menkes. Kemenperin hanya membina industri agar industri dalam negeri bisa tumbuh," kata Agus kepada Kompas.com, Rabu (22/4/2020).

Dirinya menepis jika Kemenperin menolak untuk impor. Pasalnya, Indonesia hanya bisa memproduksi dengan bahan baku dari negara lain.

"Justru pada prinsipnya, kami tidak suka impor, apalagi kalau sudah bisa diproduksi di dalam negeri," katanya.

Baca juga: Holding BUMN Farmasi Pesimistis Indonesia Bebas dari Bahan Baku Impor di 2025

Agus kembali menjelaskan, sebelum merebaknya wabah virus corona (Covid-19), pihaknya berupaya merumuskan langkah-langkah pengurangan bahan baku impor sebesar 30 persen hingga akhir 2021 di semua sektor.

"Berkaitan dengan hal ini, kami akan melakukan asesmen lagi setelah Covid bersih," ujarnya.

Namun, Agus menyatakan industri farmasi dalam negeri sudah bisa menghasilkan obat-obatan dengan menggunakan bahan baku herbal dalam negeri. Salah satunya adalah PT Dexa Medica.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kementerian PUPR Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Kementerian PUPR Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Work Smart
Juwara, Komunitas Pemberdayaan Mitra Bukalapak yang Antarkan Warung Tradisional Raih Masa Depan Cerah

Juwara, Komunitas Pemberdayaan Mitra Bukalapak yang Antarkan Warung Tradisional Raih Masa Depan Cerah

BrandzView
Rupiah Melemah Tembus Rp 16.200 Per Dollar AS, Apa Dampaknya buat Kita?

Rupiah Melemah Tembus Rp 16.200 Per Dollar AS, Apa Dampaknya buat Kita?

Whats New
Dollar AS Tembus Rp 16.200, Kemenkeu Antisipasi Bengkaknya Bunga Utang

Dollar AS Tembus Rp 16.200, Kemenkeu Antisipasi Bengkaknya Bunga Utang

Whats New
Bawaslu Buka 18.557 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Prioritas Kebutuhannya

Bawaslu Buka 18.557 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Prioritas Kebutuhannya

Whats New
Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Whats New
Kemenhub Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kemenhub Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
Melalui Pompanisasi, Mentan Amran Targetkan Petani di Lamongan Tanam Padi 3 Kali Setahun

Melalui Pompanisasi, Mentan Amran Targetkan Petani di Lamongan Tanam Padi 3 Kali Setahun

Whats New
Konflik Iran-Israel Bisa Picu Lonjakan Inflasi di Indonesia

Konflik Iran-Israel Bisa Picu Lonjakan Inflasi di Indonesia

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 66 Resmi Dibuka, Berikut Persyaratannya

Kartu Prakerja Gelombang 66 Resmi Dibuka, Berikut Persyaratannya

Whats New
Kemensos Buka 40.839 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kemensos Buka 40.839 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
Pemudik Lebaran 2024 Capai 242 Juta Orang, Angka Kecelakaan Turun

Pemudik Lebaran 2024 Capai 242 Juta Orang, Angka Kecelakaan Turun

Whats New
Pasar Sekunder adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Pasar Sekunder adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Work Smart
Signifikansi 'Early Adopters' dan Upaya 'Crossing the Chasm' Koperasi Multi Pihak

Signifikansi "Early Adopters" dan Upaya "Crossing the Chasm" Koperasi Multi Pihak

Whats New
Rupiah Tertekan Dekati Rp 16.300 Per Dollar AS, BI Terus Intervensi Pasar

Rupiah Tertekan Dekati Rp 16.300 Per Dollar AS, BI Terus Intervensi Pasar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com