KILAS

Di Tengah Wabah Covid-19, Mentan Lepas Ekspor Pertanian Senilai Rp 23,7 Miliar

Kompas.com - 22/04/2020, 15:12 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasil Limpo, saat melepas ekspor komoditas pertanian Sulsel, Rabu (22/4/2020). DOK. Humas Kementerian PertanianMenteri Pertanian Syahrul Yasil Limpo, saat melepas ekspor komoditas pertanian Sulsel, Rabu (22/4/2020).

KOMPAS.com – Wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) bukan hanya berdampak pada bidang kesehatan, namun juga perekonomian secara global.

Meski begitu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan sektor pertanian di Indonesia haruslah tetap produktif dan tak terpengaruh wabah Covid-19.

Hal itu dibuktikan Mentan dengan melepas ekspor komoditas pertanian kacang mete, olahan minyak Cashew Nut Shell Liquid (CNSL), dedek gandum, merica, dan cengkeh dari Salodong Makassar, Rabu (22/4/2020).

“Hari ini kami melepas ekspor lima kontainer mete ke Eropa dan Amerika, serta pelet ke China dengan total nilai Rp 23,7 miliar,” kata Syahrul, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal tersebut sebagai bentuk nyata dukungan sektor pertanian terhadap perekonomian saat ini.

Baca juga: Mentan: Ekspor Pertanian Saat Pandemi Covid-19 Harus Meningkat

Mete lebih banyak dikerjakan dengan padat karya, bahkan hingga 1.200 orang. Di situlah posisi kami. Aktivitas pertanian tidak boleh berhenti, dan harus tetap memperhatikan kesehatan,” kata Syahrul.

Lebih detail Manajer Ekspor Impor PT Comextra Majora Agung Wisnu Broto mengatakan, dalam sebulan pihaknya dapat mengirim lima puluh kontainer kacang mete ke berbagai negara.

“Isi per kontainer rata-rata 16 ton. Kalau minyak CNSL hasil olahan kulit mete per harinya sekitar 21 ton per kontainer. Dikirim ke China, Amerika, India, dan Korea untuk kebutuhan bahan bakar non fosil,” kata Agung.

Baca juga: Panen di Masa Covid-19 Harus Dilakukan, Mentan Minta Petani Tetap Waspada

Syahrul pun terus mendukung pengembangan komoditas mete di wilayah Sulawesi, Nusa tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

“Mete ini hanya kita yang punya. Harus terus dikembangkan. Lahan-lahan mete harus diperkuat lagi hingga 6 juta pohon,” kata Syahrul.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X