Banting Setir menjadi Produsen Masker, Wanita Ini Raup Omzet Rp 6 Juta Per Hari

Kompas.com - 22/04/2020, 16:53 WIB
Linda Ivone Manuputty pemilik usaha produk makanan Cokelat Tempe Edun yang banting setir menjadi produsen masker. Dok PribadiLinda Ivone Manuputty pemilik usaha produk makanan Cokelat Tempe Edun yang banting setir menjadi produsen masker.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 memukul habis-habisan para pelaku usaha UMKM yang menyebabkan penurunan omzet hingga sampai gulung tikar.

Oleh sebab itu banyak dari pelaku usaha yang memutar otak untuk dapat bertahan terus di tengah krisis pandemi ini.

Begitupun dengan seorang pelaku UKM Linda Ivone Manuputty (50). Single mom ini juga harus melakukan hal yang sama.

Awalnya ia hanyalah pelaku UMKM yang memiliki usaha di bidang produksi makanan yaitu tempe cokelat. Setiap bulannya ia mendapatkan omzet Rp 50 juta. Namun karena pandemi ini omzetnya menurun drastis hingga lebih dari 70 persen.

"Dulu saya dapatnya Rp 50 juta per bulan tapi semenjak pandemi pendapatan saya kurang, nggak sampai Rp 20 juta malah," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (22/4/2020).

Baca juga: YLKI: Masalah Masker hingga Perusahaan Leasing Paling Banyak Diadukan

Setelah Linda melihat kondisi yang semakin parah dan tidak tega melihat karyawannya dirumahkan, ia berinisiatif banting stir bisnis. Yakni memproduksi masker kain.

Pada saat memulai produksi masker kain, dia tidak memiliki modal yang besar, yakni hanya Rp 5 juta. Dari uang itu, dia mengalokasikan untuk mendapatkan mesin jahit dan bahan baku kain.

"Itupun saya hanya bisa mendapatkan mesin jahit yang bekas dua buah dan sisanya beli bahan baku kain yang bentuknya kilogram bukan rol. Kalau rol kan mahal yah, saya beli yang bentuknya kilogram saja dulu," sambungnya.

Sementara untuk membantunya dalam menjahit masker, Linda hanya memanfaatkan karyawannya yang sebelumnya membantu dia di usaha produk tempe.

Dalam sehari, dia mengaku sering mendapat pesanan dan memproduksi masker kain sebanyak 250 lusin masker kain. Produknya pun dijual sangat murah dibandingkan dengan harga pasar lainnya yaitu Rp 30.000 untuk satu lusin masker kain.

"Kalau dibandingkan dengan harga pasar jauh lebih murah di saya, di pasar mungkin ada Rp 40.000-an saya hanya Rp 30.000 selusin dan kalau dihitung-hitung omsetnya saya dapat Rp 6 juta lebih per hari," jelasnya.

Linda juga mengatakan, untuk proses penjualannya ia hanya memanfaatkan para reseller-nya yang dulunya yang juga menjual produk tempe menjadi reseller penjual masker.

"Karena saya niatnya baik untuk membantu karyawan saya agar mendapatkan penghasilan, Alhamdullillah usaha saya dilancarkan sejauh ini," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X