KILAS

ATM Pertanian, Cara Kementan Percepat Distribusi Bantuan Pangan

Kompas.com - 23/04/2020, 08:52 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat soft launching ATM pertanian di Kodim 0501/JPBS Kemayoran, Rabu (22/4/2020) Dok. KementanMenteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat soft launching ATM pertanian di Kodim 0501/JPBS Kemayoran, Rabu (22/4/2020)

KOMPAS.comKementerian Pertanian (Kementan) berinovasi dengan menghadirkan ATM pertanian untuk mempercepat distribusi bantuan pangan bagi masyarakat.

Inovasi itu dinilai mampu membantu mereka yang mengalami keterbatasan akses pangan selama mengikuti kebijakan pemerintah akibat pandemi covonavirus disease 2019 (Covid-19) dan menjalankan ibadah puasa.

“Ini juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk membantu memenuhi pangan masyarakat yang terkena dampak Covid-19,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima.

Pernyataan itu Mentan sampaikan saat soft launching ATM pertanian di Kodim 0501/JPBS Kemayoran, Rabu (22/4/2020).

Baca juga: Kementan akan Tindak Tegas Distributor dan Penyalur Pupuk Bersubsidi yang Curang

Nantinya, beras yang dibagikan secara gratis mencapai 1,2 ton per hari. Masyarakat bisa mengambil beras 1,5 kilogram (kg) per orang di 12 Kodim yang tersebar di seluruh Jakarta.

“Ini adalah bentuk panggilan di mana kami hadir di tengah situasi yang sedang dihadapi bangsa ini, apalagi pandemi Covid-19 telah menyerang seluruh dunia," ujar Mentan.

Pada soft launching itu, Menteri Syahrul turut memberikan bantuan gratis kepada masyarakat di Gunung Sahari Kemayoran.

"Bantuan ini kami berikan dengan mesin ATM, disebutnya ATM Pertanian Sikomandan. Warga yang mendapat bantuan, silakan datang ke Kodim untuk mengambil beras lewat ATM," ujar dia.

Baca juga: Di Tengah Wabah Covid-19, Mentan Lepas Ekspor Pertanian Senilai Rp 23,7 Miliar

Sementara itu, salah satu penerima bantuan bernama Mulyanto (45) mengaku sangat senang dengan adanya ATM pertanian.

"Sangat terbantu sekali. Setiap hari jadi kita tidak perlu khawatir dengan harus membeli beras. Terlebih, sekarang situasi sedang sulit," ujar pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu.

Ia pun berharap agar bantuan semacam itu bisa terus dilakukan, hingga memfasilitasi seluruh warga miskin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

Rilis
Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Whats New
Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Whats New
Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Whats New
Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Whats New
Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Whats New
Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Spend Smart
Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Whats New
Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Whats New
Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Whats New
Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Whats New
Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X