Asosiasi: Banyak Konsultan Belum Tertarik Terlibat di Program Kartu Prakerja

Kompas.com - 23/04/2020, 10:00 WIB
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Pemprov Jawa Timur membuka 56 posko yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam mendaftar program Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj. ANTARA FOTO/Moch AsimPetugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Pemprov Jawa Timur membuka 56 posko yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam mendaftar program Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPN Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Peter Frans mengatakan, hingga saat ini tak terbesit rencana para konsultan untuk terlibat dalam program pemerintah Kartu Prakerja.

"Kalau ditanya soal ketertarikan ikut terlibat program Kartu Prakerja, teman-teman belum (tertarik). Karena mereka sedang, ada yang on going, ada yang mau PHK. Tapi belum sih, karena ini baru sebulan," katanya ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (22/4/2020).

Bahkan hingga kini, belum ada pemerintah menawarkan kepada para konsultan untuk terlibat dalam program Kartu Prakerja tersebut. "Sampai saat ini belum ada," ucapnya.

Dia berpendapat, kebijakan yang digulirkan oleh pemerintah beserta turunannya dianggap terlalu cepat tanpa ada pertimbangan yang matang. Terutama dalam mengatasi pandemi virus corona (Covid-19) saat ini.

Baca juga: Ada Dua Startup Unicorn Tolak Jadi Mitra Kartu Prakerja

"Pemerintah baru memberikan stimulus kepada orang, belum kepada korporasi. Pandemik menurut saya seluruh dunia, pemerintah dunia tidak hanya Indonesia, tergagap-gagap mengatasi pandemik ini sehingga regulasinya bagai pandemi, bagai regulasi saja," jelasnya.

"Regulasi sangat cepat, baru keluar Perpu, Permen, surat edaran, surat keputusan. Di bawahnya Pak Dirjen mengeluarkan surat edaran lagi. Sehingga kita dunia usaha mengantisipasinya juga dengan tergagap-gagap," sambung Frans.

Pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua resmi dibuka pada Selasa (21/4/2020) kemarin. Hingga Kamis lalu, terdapat 5,96 juta orang yang telah melakukan registrasi program kartu prakerja dengan 4,42 yang sudah melalui tahap verifikasi e-mail.

Dari data tersebut, dari 3,29 juta yang telah melalui tahap verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), sebanyak 2,78 juta berhasil lolos untuk melalui proses pengacakan sistem untuk bergabung sebagai peserta gelombang pertama program Kartu Prakerja.

Baca juga: Sederet Kursus Bahasa Inggris Bagi Ojol di Kartu Prakerja, Harganya Mulai Rp 500.000

Di dalam program Kartu Prakerja, beragam pelatihan kursus online menjadi sorotan masyarakat. Beragam kursus online yang disediakan oleh 8 mitra kerja Kartu Prakerja itu dibanderol mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 1 juta.

Adapun 8 mitra tersebut yaitu Tokopedia, Skill Academy by Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Kemenaker, dan Pijar Mahir.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X