BKPM Akan Revisi Target Investasi RI Akibat Pandemi Covid-19

Kompas.com - 23/04/2020, 16:00 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya berencana merevisi target investasi Indonesia tahun ini.

 

Hal tersebut disebabkan adanya pandemi virus corona (Covid-19) sehingga dinilai bisa berdampak kepada investasi di Indonesia.

"Kami sampai sekarang sedang berdiskusi untuk membuat beberapa opsi dalam menurunkan target investasi," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR Komisi VI melalui virtual, Kamis (23/4/2020).

Baca juga: Ditanya Netizen Alasan Tak Dipilih Lagi Jadi Menteri, Ini Jawaban Susi Pudjiastuti

Bahlil mengatakan, target awal investasi 2020 yakni sebesar Rp 886 triliun. Jika sampai Mei 2020 pandemi Covid-19 belum selesai, BKPM akan merevisi target investasi menjadi Rp 850 triliun.

Target itu bisa kian turun tergantung seberapa lama pandemi berlangsung. Jika sampai Juli 2020 pandemi belum selesai, BKPM akan kembali merevisi terget investasi menjadi hanya Rp 817 ttiliun.

"Mudah-mudahan Covid-19 ini berakhir secepatnya dan kalau ditanya apakah kami optimis apabila di bulan Juli Covid-19 selesai dan target investasi tetap berada di angka Rp 800 triliunan? kami optimis asal ditunjang oleh pimpinan dan fasilitas memadai," kata Bahlil.

Baca juga: Refund Tiket KAI Bisa di Seluruh Stasiun Kereta Jarak Jauh dan Lokal

Namun lanjut dia, Bahlil tak menjamin target akan tercapai bila anggaran BKPM dipangkas Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Rp 585 miliar menjadi Rp 394 miliar.

"Kalau dilakukan pemangkasan anggaran, saya tidak bisa menjamin karena bayar gaji aja sudah susah," kata dia.

Baca juga: Ada Larangan Mudik, Begini Cara Refund 100 Persen Tiket KAI via Online

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.