PLN Minta Pelanggan Kirim Foto Meteran Listrik Melalui WhatsApp

Kompas.com - 23/04/2020, 20:55 WIB
Ilustrasi PixabyIlustrasi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) menangguhkan sementara proses pencatatan dan pemeriksaan stand meter atau meteran listrik bagi pelanggan pasca-bayar dalam rangka menerapkan physical distancing.

Senior Executive Vice President Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN, Yuddy Setyo Wicaksono mengatakan, sebagai gantinya, untuk rekening bulan Mei 2020, PLN telah menyiapkan layanan melalui WhatsApp terpusat bagi pelanggan yang ingin melaporkan angka stand dan foto kWh meter.

“Ini bagian dari physical distancing yang kami lakukan, mengurangi interaksi langsung antara petugas dengan pelanggan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2020).

Baca juga: Maskapai Dilarang Angkut Penumpang, Refund Tiket Bakal Diberi Voucher

Yuddy menjelaskan, pelanggan pasca-bayar dapat mengirimkan angka stand kWh meter melalui layanan WhatsApp terpusat PLN dengan cara sebagai berikut:

  1. Siapkan nomor kWh meter dan foto stan meter.
  2. Buka Aplikasi WhatsApp dan kirim pesan melalui nomor 08122123123.
  3. Ketik 2 untuk lapor pemakaian pasca-bayar
  4. Selanjutnya ikuti langkah-langkah yang ada dalam WhatsApp.

Pelaporan angka meteran listrik dapat dilakukan oleh pelanggan sesuai tanggal pencatatan meter masing-masing pelanggan yang akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri melalui WhatsApp.

Baca juga: Kapal Penumpang Dilarang Beroperasi hingga 8 Juni 2020

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Laporan dari pelanggan tersebut nantinya akan menjadi dasar perhitungan tagihan listrik pelanggan setiap bulannya

“Jadi di akhir bulan April ini pelanggan akan melaporkan untuk rekening tagihan bulan Mei. Demikian juga pada akhir Mei nanti, kami mohon pelanggan dapat mengirimkan kembali angka stan meter untuk dasar perhitungan tagihan bulan Juni,” tutur Yuddy.

Bagi pelanggan yang tidak melaporkan angka kWh meter, dasar perhitungan tagihan listrik akan menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama 3 bulan terakhir.

“Jadi pelanggan yang tidak bisa melaporkan, tidak perlu khawatir," ucap Yuddy.

Baca juga: Pesawat Komersil Dilarang Angkut Penumpang Mulai 24 April sampai 1 Juni 2020



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X