Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Covid-19, Larangan Terbang, dan Bangkrutnya Maskapai Penerbangan

Kompas.com - 24/04/2020, 12:42 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

 

Perkiraan yang paling mungkin terjadi adalah sebuah kondisi di mana maskapai penerbangan sipil komersial akan menjadi lahan yang tidak menarik untuk berbisnis lagi.

Dipastikan tidak ada lagi pengusaha yang tertarik bergiat di bidang angkutan udara komersial karena sama sekali tidak menjanjikan bayangan keuntungan dari aspek apapun juga.

Indonesia sebagai sebuah negara yang luas dan juga berbentuk kepulauan, maka jejaring perubungan udara adalah sebuah “conditio sine quanon”, sesuatu yang harus ada.

Lalu bagaimana?

Jawaban sederhana untuk sementara waktu adalah jejaring perhubungan udara akan berujud sebagai PSO (Public Services Obligation) dan GN (Government Needs).

PSO sebagai kewajiban pemerintah dalam memberikan pelayanan masyarakat akan kebutuhan transportasi. GN adalah bentuk dari kebutuhan perhubungan udara yang berkait dengan tata kelola pemerintahan dibidang Adminlog (Adminstrasi Logistik).

Kebutuhan angkutan logistik bahan pokok sembako, dinas personil dan kebutuhan dukungan lain berkait dengan fungsi pemerintahan. Pertanyaan selanjutnya adalah siapa yang harus melaksanakannya.

Di tahun-tahun awal kemerdekaan, ketika itu pemerintah menugaskan Angkatan Udara menyelenggarakan angkutan udara bagi kebutuhan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan dan dukungan logistik.

Operasi ini terutama di arahkan ke daerah-daerah terpencil yang terisolasi di pelosok Nusantara.

Ketika itu misi ini dikenal sebagai DAUM, Dinas Angkutan Udara Militer, jauh sebelum Maskapai Perintis Merpati Nusantara Airlines ber-operasi.

Dalam menghadapi situasi dan kondisi yang berkembang belakangan berkait dengan Covid-19, dipastikan Angkatan Udara akan siap untuk melaksanakan tugas suci demi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di samping itu tentu saja sebagian armada penerbangan sipil komersial yang masih mampu untuk di dukung oleh pemerintah harus tetap beroperasi dan akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam misi PSO dan GN tersebut.

Dalam hal ini tentu saja kunci suksesnya adalah kebijakan yang tepat arah dan tiada ada lagi peluang bagi terjadinya tindak laku korupsi.

Ada yang mengatakan bahwa kebijakan pemerintah tidak mungkin selamanya tepat, namun ketika aspirasi masyarakat tetap didengar, maka ada harapan besar untuk negeri ini.

Mungkin lebih fokusnya adalah sudah harus dihindarkan rangkap jabatan antara Penguasa dan Pengusaha, untuk menghindarkan “conflict of interest”.

Mahatma Gandhi mengatakan bahwa : There is enough for everybody’s need but not for everybody’s greed. Atau Wilfried Mbappe yang bahkan berkata : Corruption kills the Dream of Nation.

Demikianlah, semoga wabah Covid-19 yang menyebabkan larangan terbang atau dihentikannya penerbangan sipil komersial, akan dapat cepat berlalu sehingga dampaknya terhadap dunia penerbangan tidak mengakibatkan maskapai penerbangan menjadi bangkrut.

Di sisi lain dalam menghadapi situasi terburuk, pemerintah memang harus cepat mengambil langkah penyelamatan bagi sistem perhubungan udara nasional untuk kepentingan keberlangsungan negara kesatuan Republik Indonesia.

Kita doakan bersama, Amin.

 

Jakarta , Jumat 24 April 2020

Chappy Hakim

Pusat Studi Air Power Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menko Airlangga Sarankan Saham PT PON Hanya Dimiliki Satu Pihak

Menko Airlangga Sarankan Saham PT PON Hanya Dimiliki Satu Pihak

Whats New
ASDP Relokasi KMP Jatra II untuk Perkuat Penyeberangan Jarak Jauh Ketapang-Lembar

ASDP Relokasi KMP Jatra II untuk Perkuat Penyeberangan Jarak Jauh Ketapang-Lembar

Whats New
Buruh Demo PLN Tolak Upah Turun hingga Desak Tenaga 'Outsourcing' Jadi Karyawan

Buruh Demo PLN Tolak Upah Turun hingga Desak Tenaga "Outsourcing" Jadi Karyawan

Rilis
Targetkan Bisnis KPR Tumbuh Dua Kali Lipat di 2023, Bank Muamalat Genjot Pembiayaan 'Take Over' Rumah

Targetkan Bisnis KPR Tumbuh Dua Kali Lipat di 2023, Bank Muamalat Genjot Pembiayaan "Take Over" Rumah

Rilis
Kunjungi Morowali dan Konawe, Kepala Bappenas Susun 'Master Plan' Kawasan Industri

Kunjungi Morowali dan Konawe, Kepala Bappenas Susun "Master Plan" Kawasan Industri

Rilis
Sandiaga Uno: Anak Muda Jangan Jadi Kaum Rebahan, Jadilah Agen Perubahan

Sandiaga Uno: Anak Muda Jangan Jadi Kaum Rebahan, Jadilah Agen Perubahan

Whats New
Tim Likuidasi: 854 Nasabah Wanaartha Life yang Mewakili 1.867 Polis Sudah Ajukan Tagihan

Tim Likuidasi: 854 Nasabah Wanaartha Life yang Mewakili 1.867 Polis Sudah Ajukan Tagihan

Whats New
Krakatau International Port Tawarkan Solusi Pengembangan Sektor Logistik dan Pelabuhan di IKN

Krakatau International Port Tawarkan Solusi Pengembangan Sektor Logistik dan Pelabuhan di IKN

Whats New
Gara-gara Kurang Promosikan F1 Boat Race di Danau Toba, Luhut 3 Kali Ditegur Jokowi

Gara-gara Kurang Promosikan F1 Boat Race di Danau Toba, Luhut 3 Kali Ditegur Jokowi

Whats New
Kenaikan Suku Bunga The Fed Lebih Ringan, Saham-saham Bank Digital Ini Menguat Signifikan

Kenaikan Suku Bunga The Fed Lebih Ringan, Saham-saham Bank Digital Ini Menguat Signifikan

Whats New
Soal Program Bagi-bagi Rice Cooker, Kementerian ESDM: Masih dalam Pembahasan

Soal Program Bagi-bagi Rice Cooker, Kementerian ESDM: Masih dalam Pembahasan

Whats New
Bank Jago Syariah Luncurkan Deposito yang Bisa Dicairkan Tanpa Penalti

Bank Jago Syariah Luncurkan Deposito yang Bisa Dicairkan Tanpa Penalti

Whats New
Sederet Perusahaan Indonesia Jadi Sponsor F1 Powerboat, Ada Wilmar hingga Mayora

Sederet Perusahaan Indonesia Jadi Sponsor F1 Powerboat, Ada Wilmar hingga Mayora

Whats New
Nasabah Wanaartha Life Ajukan PKPU, OJK: Kami Menghargai Hak Pemegang Polis

Nasabah Wanaartha Life Ajukan PKPU, OJK: Kami Menghargai Hak Pemegang Polis

Whats New
Syarat dan Cara Daftar Lazada PayLater dengan Mudah

Syarat dan Cara Daftar Lazada PayLater dengan Mudah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+