Minta RS BUMN Utamakan Produk Domestik, Erick Thohir: Saya Bukan Anti-impor

Kompas.com - 24/04/2020, 17:34 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) berbincang dengan petugas medis saat mengecek kesiapan di salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATMenteri BUMN Erick Thohir (tengah) berbincang dengan petugas medis saat mengecek kesiapan di salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir meminta semua rumah sakit BUMN mengutamakan penggunaan obat dan alat kesehatan produk dalam negeri ketimbang produk asing.

“Sesuai dengan Peraturan Presiden yang mewajibkan penggunaan produk dalam negeri, untuk upaya pelaksanaan health security nasional, saya meminta seluruh RS BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mengutamakan penggunaan produk dalam negeri, baik itu obat hingga alat kesehatan,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2020).

Kendati begitu, Erick mengaku, dirinya tak anti-impor. Kebijakan itu dia ambil agar Indonesia tak lagi mengalami ketergantungan dengan impor.

“Saya bukan anti-impor, tapi dari pandemi Covid-19 ini, kita semua belajar bahwa kita harus mampu mewujudkan ketahanan kesehatan nasional, di mana semua pihak berperan besar mewujudkannya. Akademisi, periset, BUMN, swasta, BUMD, RS, BPJS, LKPP juga regulator, semua harus punya visi yang sama, bahwa sedikit demi sedikit kita harus mengurangi ketergantungan terhadap impor,” kata Erick.

Baca juga: Demi Penanggulangan Corona, Erick Thohir Tak Berikan THR Bos-bos BUMN

Saat ini Kementerian BUMN tengah fokus dalam membangun health security nasional. Upaya ini dilakukan agar bisa meningkatkan daya saing industri kesehatan dalam negeri, dan bisa menjadi benteng pertahanan dalam menghadapi segala wabah penyakit ke depannya.

Saat ini, kata Erick, pihaknya sedang menyusun roadmap-nya. Nantinya, dalam membangun ketahanan kesehatan nasional BUMN akan menggandeng pihak swasta.

Atas dasar itu, Erick telah bertemu dengan organisasi perusahaan alat-alat kesehatan dan laboratorium Indonesia yang bernama Gakeslab.

Gakeslab lndonesia merupakan organisasi distributor dan importir alat kesehatan dan laboratorium (alkeslab) yang beranggotakan 475 perusahaan distributor dan importir di seluruh lndonesia.

“Kami bersyukur bisa berdiskudi panjang lebar, walaupun secara virtual, mengenai alkeslab dengan Pak Erick, bahkan juga diminta kami terlibat dalam pembuatan roadmap health security yang sedang disiapkan oleh Kementerian BUMN sesuai dengan kebutuhan baik dunia usaha, regulator, maupun masyarakat,” kata Ketua Gakeslab Sugihadi.

Baca juga: Ini Cara Erick Thohir Lawan Mafia Alkes



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X