Kompas.com - 24/04/2020, 19:03 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti saat menghadiri diskusi Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan di kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (20/1/2020). KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYAMenteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti saat menghadiri diskusi Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan di kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (20/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2015-2019 Susi Pudjiastuti buka suara soal kemungkinan jadi calon presiden tahun 2024.

Susi menyatakan dia adalah orang terakhir (the last person) yang diperhitungkan oleh partai-partai politik di Indonesia. Artinya kemungkinan Susi maju pada 2024 menjadi amat kecil.

"Nyapres tuh apa sih? Nyapres di negeri keong ha? Susi akan menjadi the last person yang diperhitungkan oleh mereka, yang dilirik oleh mereka (partai politik)," kata Susi dalam live streaming bersama Opini.id, Jumat (24/4/2020).

Susi memiliki alasan tersendiri menyebut dirinya sebagai orang terakhir. Pemilik Susi Air ini bilang, karena dia terkenal agak gila dan memiliki logika yang terbalik-balik.

Baca juga: Ditanya Netizen Alasan Tak Dipilih Lagi Jadi Menteri, Ini Jawaban Susi Pudjiastuti

Apalagi, sistem politik di Indonesia tak bisa mencalonkan diri sebagai kepala negara secara independen. Biasanya, orang-orang pilihan akan diusung partai sehingga harga partai-partai politik lah yang berhak mencalonkan wakil-wakilnya.

"Ya tidak bisa. Partainya juga tidak mau, tidak akan suka sama saya. Orang kayak Susi yang lulus SMA bisa jadi menteri itu sudah keajaiban, dan itu karena Pak Jokowi angkat saya," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wanita asal Pangandaran ini pun tak percaya soal keajaiban yang datang dua kali. Dia meyakini, keajaiban hanya datang sekali saat sosoknya diangkat jadi menteri.

"Keajaiban hanya datang 1 kali dalam hidup kita biasanya. Tidak ada 2 kali," pungkasnya.

Baca juga: Ini Kata Susi Pudjiastuti Soal Beda Mudik dan Pulang Kampung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.