Kebijakannya Banyak Diubah, Susi: Prihatin, Sedih Saja...

Kompas.com - 24/04/2020, 19:50 WIB
Susi Pudjiastuti di Jakarta, Rabu (23/10/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSusi Pudjiastuti di Jakarta, Rabu (23/10/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merombak belasan peraturan menteri di era menteri sebelumnya, Susi Pudjiastuti. Aturan zaman Susi itu dinilai tidak relevan dan perlu diperbaiki.

Mendengar banyak aturannya banyak diubah, Susi mengungkapkan kekecewaannya. Wanita asal Pangandaran ini mengaku prihatin sekaligus sedih karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain memberi pendapat.

"Ya prihatin saja, cannot do anything sedih saja. Saya akan suarakan pendapat saya untuk reminding everyone. Bagaimanapun juga sebagai warga negara, saya punya tanggung jawab untuk menyuarakan sesuatu untuk menjadi lebih baik," kata Susi dalam bincang-bincang bersama Opini.id, Jumat (24/4/2020).

Baca juga: Eks Stafsus Milenial Belva Devara Punya Kekayaan di Atas Rp 1 Triliun

Susi menyebut, pendapat yang dia kerap suarakan melalui akun media sosial bukan kritik, melainkan pandangan dari seorang praktisi. Pasalnya, dia telah menggeluti usaha perikanan 30 tahun lamanya.

"Kalau mau dibilang nyinyir silakan saja. Tapi dengan kepatutan, kepantasan, santun, dan dengan kesopanan. Kita memberikan pandangan bukan kritik, pandangan menjadi lebih baik," ungkapnya.

Lebih lanjut, mantan menteri ini juga menilai pentingnya sikap yang diambil seorang politisi. Berbagai kebijakan publik untuk kepentingan rakyat perlu ekstra hati-hati akan tidak blunder.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Soal Jadi Capres 2024, Ini Kata Susi Pudjiastuti

Jika melihat ada yang kurang sesuai, dia pun mempertanyakan di mana sikap baik dari politisi-politisi itu.

"Manner is matter. Itu sangat penting. Ini yang saya pikir kadang-kadang saya lihat bagaimana segala sesuatu diubah. Kadang-kadang politik membuat segala sesuatu (saya pertanyakan) manner-nya di mana? Appropriate major-nya di mana? Kepantasan dan common sense-nya di mana?," tanya Susi.

Bila politisi mampu menjaga sikap, kata Susi, otomatis negara ini akan jadi negara yang makmur dan kaya.

"Kadang-kadang saya seperti rindu mencari. Kalau manner menjadi matter, negara ini saya yakin akan jadi salah satu negara besar, negara hebat. Sumber daya manusianya juga kita arahkan, kita didik, kita utilize, kita eksploit dengan benar, berikan pendidikan," pungkasnya.

Baca juga: Minta RS BUMN Utamakan Produk Domestik, Erick Thohir: Saya Bukan Anti-impor

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.