Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pendiri Ruangguru Beberkan Aliran Dana Rp 5,6 Triliun Kartu Prakerja

Kompas.com - 25/04/2020, 10:32 WIB
Muhammad Idris

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan Ruangguru di program pelatihan Kartu Prakerja 2020 dipersoalkan publik. Polemik Ruangguru tersebut akhirnya mendorong CEO-nya, Adamas Belva Syah Devara, mengundurkan diri dari jabatan Staf Khusus Presiden Joko Widodo.

Tak cuma mempersoalkan posisinya saat itu sebagai stafsus milenial, banyak kalangan mempertanyakan status Ruangguru yang merupakan perusahaan penaman modal asing (PMA) asal Singapura. Karena perusahaan asing, Ruangguru dinilai tak layak mengelola pelatihan Kartu Prakerja yang menyedot anggaran hingga Rp 20 triliun dari APBN tersebut.

Selain Ruangguru lewat platform Skill Academy, ada tujuh perusahaan lain yang ditunjuk pemerintah untuk menjadi penyelenggara program Kartu Prakerja untuk tahun ini, yaitu Tokopedia, Bukalapak, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu, dan Sisnaker.

Co-Founder dan Chief Product Officer (CPO) Ruangguru, Iman Usman, ikut buka suara terkait keterlibatan PT Ruang Raya Indonesia di Kartu Pekerja. Pria asal Padang ini bicara panjang lebar soal aliran kucuran dana untuk perusahaan-perusahaan mitra pemerintah di Kartu Prakerja.

Baca juga: Eks Stafsus Milenial Belva Devara Punya Kekayaan di Atas Rp 1 Triliun

"Apakah Ruangguru dapat kucuran Rp 5,6 triliun dari program Prakerja? Saya enggak ngerti kenapa bisa muncul kesimpulan semacam ini," tegas Iman dikutip dari akun Instagram-nya, Sabtu (25/4/2020).

"Tidak ada satu pun dari platform mitra resmi Prakerja (termasuk Skill Academy) yang mendapatkan alokasi anggaran khusus dari pemerintah," kata dia lagi.

Iman menjelaskan, skema aliran dana dari Kartu Prakerja sepenuhnya tergantung dari peserta yang dinyatakan lolos dan berhak menerima bantuan uang untuk pelatihan dan insenti, bukan ditentukan oleh pemerintah maupun perusahaan mitra pelatihan.

"Loh? Kok begitu? Ingat, skema Kartu Prakerja adalah bantuan insentif langsung dan kredit pelatihan. Kredit pelatihan ini bisa digunakan penuh (sesuai nilai maksimal), juga bisa tidak," ungkap pendiri Ruangguru ini.

Baca juga: Belva Devara: Ruangguru Pte Ltd Singapura Punya Saya Juga

Artinya, lanjut Iman, jika digunakan pun, peserta harus memilih kelas dari ratusan lembaga pelatihan (saat ini ada lebih dari 192 lembaga pelatihan) yang menawarkan ribuan kelas bersama tujuhu platform lainnya.

"Skill Academy hanyalah salah satu dari ratusan lembaga ini. Bahkan, menurut pemerintah, jumlahnya juga akan bertambah terus. Karena ini baru permulaan. Salah banget kalau ada narasi yang bilang ini duitnya lari ke kantong Ruangguru," ujar Iman.

"Yang akhirnya menentukan berapa anggaran yang dikeluarkan, mau digunakan untuk kelas apa, di platform mana, itu adalah enggak penuh peserta Kartu Prakerja. Bukan pemerintah yang mengatur," ungkap dia.

Dituturkan Iman, pemilihan jenis pelatihan dan penyedia pelatihan sepenuhnya mutlak di tangan peserta yang dinyatakan lolos sebagai penerima bantuan pelatihan.

Baca juga: Bantah Ruangguru Milik Singapura, Belva Devara: Semuanya Punya Saya!

"Kalau enggak suka dengan suatu produk bisa saja enggak pakai produknya, dan lembaga platfom tersebut tidak mendapatkan apa-apa," kata Iman.

Klarifikasi pemerintah

Sebelumnya, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja, Panji Winanteya Ruky, menjelaskan bahwa pemilihan perusahaan penyelenggara pelatihan sebenarnya terbuka. Namun dia mengklaim, saat ini baru delapan perusahaan yang saat ini dinilai cukup siap menyediakan pelatihan.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama, Chatib Basri: Berikan Kejelasan Kepada Pasar

Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama, Chatib Basri: Berikan Kejelasan Kepada Pasar

Whats New
Wanti-wanti IMF Terhadap APBN Pemerintahan Baru

Wanti-wanti IMF Terhadap APBN Pemerintahan Baru

Whats New
Harga Emas di Pegadaian 25 Juni 2024

Harga Emas di Pegadaian 25 Juni 2024

Spend Smart
Rupiah Menguat, Simak Kurs Dollar AS di BCA hingga BNI

Rupiah Menguat, Simak Kurs Dollar AS di BCA hingga BNI

Whats New
IHSG Awal Sesi Melemah, Rupiah Lanjut Menguat

IHSG Awal Sesi Melemah, Rupiah Lanjut Menguat

Whats New
Naik Rp 8.000, Simak Rincian Harga Emas Antam Terbaru Selasa 25 Juni 2024,

Naik Rp 8.000, Simak Rincian Harga Emas Antam Terbaru Selasa 25 Juni 2024,

Spend Smart
Bahan Pokok Selasa 25 Juni 2024: Harga Telur Naik, Cabai Merah Keriting Turun

Bahan Pokok Selasa 25 Juni 2024: Harga Telur Naik, Cabai Merah Keriting Turun

Whats New
Lowongan Kerja PNM Grup, Terbuka untuk 'Fresh Graduate'

Lowongan Kerja PNM Grup, Terbuka untuk "Fresh Graduate"

Work Smart
IHSG Masih 'Sideways', Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Masih "Sideways", Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Awal Pemerintahan Prabowo-Gibran 5,1 Persen

Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Awal Pemerintahan Prabowo-Gibran 5,1 Persen

Whats New
Pajak untuk Subsidi Pendidikan dan Kesehatan

Pajak untuk Subsidi Pendidikan dan Kesehatan

Whats New
Wall Street Mayoritas Merah, Dow Jones Malah Melaju 260 Poin

Wall Street Mayoritas Merah, Dow Jones Malah Melaju 260 Poin

Whats New
Kala Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama Jawab Kekhawatiran Investor

Kala Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama Jawab Kekhawatiran Investor

Whats New
[POPULER MONEY] Anggaran Makan Bergizi Gratis 2025 Capai Rp 71 Triliun | Anggaran Negara Catat Defisit Pertama

[POPULER MONEY] Anggaran Makan Bergizi Gratis 2025 Capai Rp 71 Triliun | Anggaran Negara Catat Defisit Pertama

Whats New
Emiten Farmasi PYFA Targetkan Pendapatan Tumbuh 7 Persen Tahun Ini

Emiten Farmasi PYFA Targetkan Pendapatan Tumbuh 7 Persen Tahun Ini

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com