Bank Banten antara Keluarga Widjaja, Sandiaga Uno, dan Wahidin Halim

Kompas.com - 25/04/2020, 17:12 WIB
Bank Banten KONTAN/MURADIBank Banten

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Rabu (22/4/2020), terjadi antrean panjang di beberapa ATM Bank Banten. Masyarakat rupanya melakukan pengambilan uang alias rush di bank yang sebelumnya bernama Bank Pundi itu.

Rush terjadi setelah Gubernur Banten Wahidin Halim memindahkan dana kas daerah di Bank Banten ke Bank BJB. Rupanya masyarakat khawatir Bank Banten tak lagi memiliki uang tunai.

Wahidin bilang, pemindahan dana kas daerah itu setelah Bank Banten terlambat menyalurkan dana bagi hasil (DBH) pajak dan dana jaring pengaman sosial seharusnya selesai disalurkan pada 17 April 2020 lalu.

Pada Februari 2020, ada lebih dari Rp 181 miliar DBH pajak dan Rp 709,21 miliar dana jaring pengaman yang telat disalurkan.

Baca juga: OJK Setujui Merger Bank Banten dan Bank BJB

Kemudian, dalam Rapat Pembahasan Likuiditas Bank Banten pada 21 April 2020 bersama perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, disepakati oleh Bank Banten tidak likuid dan mengalami stop kliring.

"Sehingga, dibutuhkan aksi pemindahan dana kas daerah," ujar Wahidin dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2020).

Meski sudah beberapa kali berpindah tangan, keuangan Bank Banten rupanya masih belum banyak berubah.

Mari kita kembali ke tahun 2009, saat Bank Banten masih bernama Bank Eksekutif. Itu sebabnya kode saham bank ini adalah BEKS. Pemiliknya adalah keluarga Widjaja.

Rinciannya Lunardi Widjaja 53,15 persen, Lusiana Widjaja 10,29 persen, Irawati Widjaja 4,99 persen, Sinthyawati Widjaja 4,99 persen, Setiawan Widjaja 4,82 persen, dan publik 21,76 persen.

Menjelang akhir tahun 2009, kondisi bank ini memburuk. Pada November 2009, Bank Indonesia (BI) yang saat itu masih menjadi pengawas perbankan mengultimatum manajemen agar menambah modal sehingga rasio kecukupan modal (CAR) bisa meningkat menjadi 8 persen.

Baca juga: Bank Banten Dianggap Gagal Bayar, Gubernur Pindahkan Kas Daerah ke BJB

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X