Ada Larangan Mudik, ASDP Tetap Layani Penyeberangan di Bakauheni

Kompas.com - 25/04/2020, 20:11 WIB
Kendaraan yang akan menyeberang ke Bali menunggu antrean masuk ke kapal  di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (24/12/2019). Data ASDP Ketapang menunjukkan, pada arus mudik masa libur Natal dan Tahun Baru 2020 di Pelabuhan Ketapang menuju Bali terhitung dari 23 Desember pukul 08.00 Wib hingga 24 Desember pukul 08.00 mencapai 42.063 penumpang atau meningkat 26 persen dibandingkan 2018 lalu. ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYAKendaraan yang akan menyeberang ke Bali menunggu antrean masuk ke kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (24/12/2019). Data ASDP Ketapang menunjukkan, pada arus mudik masa libur Natal dan Tahun Baru 2020 di Pelabuhan Ketapang menuju Bali terhitung dari 23 Desember pukul 08.00 Wib hingga 24 Desember pukul 08.00 mencapai 42.063 penumpang atau meningkat 26 persen dibandingkan 2018 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT ASDP Indonesia Ferry menyatakan tetap beroperasi normal hingga saat ini meski ada instruksi larangan mudik dari pemerintah pusat. Aktivitas penyeberangan tetap berjalan seperti biasa di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

"Untuk Pelabuhan Bakauheni tidak ada penutupan. Nggak ada arahan penutupan atau pembatasan," terang Humas ASDP Cabang Bakauheni Saifulahil Maslul Harahap seperti dikutip dari Antara, Sabtu (25/4/2020).

Lanjut dia, pihaknya juga masih menjual tiket untuk penyeberangan Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak di Banten, baik untuk kendaraan maupun perorangan.

Soal pembatasan maupung larangan melintas, hal itu tidak diatur oleh ASDP, melainkan wewenang dari Kepolisian.

Baca juga: Mudik Dilarang, IPC Siap Hentikan Layanan Terminal Penumpang Tanjung Priok

"Bila penumpang yang beli tiket ya kami seberangkan, karena tugas kami hanya sebagai pelayanan. Jadi aktivitas kapal seperti biasanya, walaupun untuk angkutan barang dan kebutuhan logistik lebih diprioritaskan," ungkap dia.

"Pembatasan kendaraan pribadi, orang, kecuali logistik ya. Pengendara kendaraan pribadi juga akan ditanya dulu, kalau tidak diperbolehkan (menyeberang ke Bakauheni) ya putar balik. Sudah ada koordinasi ASDP Merak, BPTD, dan Dirlantas. Infonya begitu yang saya peroleh," kata dia lagi.

Sebelumnya, ASDP juga membatasi jumlah tiket angkutan penyeberangan laut guna mengantisipasi penumpukan penumpang di pelabuhan.

Direktur Utama PT ASDP Ira Puspadewi mengatakan, pihaknya akan melakukan penyesuaian jumlah tiket sesuai protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Baca juga: ASDP Batasi Jumlah Tiket Penyeberangan Kapal

"Tiket (kapal penyeberangan) yang dijual dibatasi," kata Ira.

Ira menambahkan, pembatasan kuota juga akan kembali disesuaikan apabila pada akhirnya pemerintah tidak melarang masyarakat untuk melaksanakan mudik Lebaran 2020.

Menurut dia, pembatasan akan dapat berjalan lancar sejalan dengan diwajibkannya calon penumpang untuk membeli tiket secara online atau e-ticketing.

Pasalnya, dengan diwajibkannya pembelian tiket secara online, ASDP dapat mengetahui berapa kebutuhan jasa penyeberangan kapal dan calon penumpang dapat mengetahui ketersediaan tiket.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X