Malaysia Perkirakan Kerugian Capai Rp 8,5 Triliun Per Hari akibat Lockdown

Kompas.com - 26/04/2020, 05:00 WIB
Petugas wanita menyemprotkan desinfektan di sebuah pasar, yang ditutup saat pengendalian pergerakan untuk menghambat penularan virus corona (COVID-19), di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (24/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Lim Huey Teng/hp/djo ANTARA FOTO/REUTERS/Lim Huey TengPetugas wanita menyemprotkan desinfektan di sebuah pasar, yang ditutup saat pengendalian pergerakan untuk menghambat penularan virus corona (COVID-19), di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (24/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Lim Huey Teng/hp/djo

KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia memperkirakan kerugian ekonomi yang diderita akibat lockdown mencapai 2,4 miliar ringgit (atau sekitar Rp 8,5 triliun) setiap harinya akibat tutupnya aktivitas bisnis.

Terkait dengan hal itu, pemerintah negeri jiran itu meluncurkan paket stimulus ekonomi sebesar 260 miliar ringgit. Dana tersebut dialokasikan untuk pencegahan hilangnya pekerjaan warga negara tersebut dan memastikan perusahaan kecil dapat terus berjalan.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan dalam sebuah wawancara televisi menyatakan negara dapat menggunakan kesempatan ini untuk mempercepat pembangunan ekonomi digital.

Baca juga: Malaysia dan Vietnam Sudah Turunkan Harga BBM, Kapan Indonesia?

"Dampak pembatasan bisa dikatakan sangat besar pada kehidupan masyarakat dan ekonomi," katanya, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Minggu (26/4/2020).

Malaysia memperluas pembatasan aktivitas masyarakat hingga 12 Mei 2020. Sementara selama Ramadhan ini, pembatasan tersebut sedikit diperlonggar untuk memberi kesempatan masyarakat yang beragama Islam melakukan perjalanan.

Lockdown diberlakukan Malaysia sejak 18 Maret 2020 setelah jumlah kasus virus corona di negara itu melonjak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejauh ini pertumbuhan jumlah orang yang terinfeksi di negara ini telah melambat. Kementerian Kkesehatan Malaysia melaporkan kurang dari 90 setiap harinya dalam 8 hari terakhir.

Sebelunnya, Bank Negara Malaysia memprediksi ekonomi Malaysia akan menyusut 2 persen atau menjadi sekitar 0,5 persen pada tahun ini. Hal itu dikarenakan adanya pandemi corona yang bisa membawa ekonominya ke level terburuk selama lebih dari 1 dekade terakhir.

Perlu diketahui, Malaysia tercatat sebagai negara yang memiliki jumlah korban virus corona tertinggi. Sebanyak 3.100 jiwa telah terinfeksi corona di Malaysia, dengan 50 kasus meninggal.

Hal itu menjadikan perjalanan bisnis Malaysia selama sebulan terakhir ikut berdampak, khususnya pada sektor perdagangan dan pariwisata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.