Giliran Kapal Ilegal Asal Filipina dan Taiwan Tertangkap Curi Ikan di Laut Sulawesi

Kompas.com - 26/04/2020, 18:47 WIB
Simulasi pelumpuhan kapal pencuri ikan di sekitar Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, Aertembaga Satu, Manado, Senin (17/2/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYASimulasi pelumpuhan kapal pencuri ikan di sekitar Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, Aertembaga Satu, Manado, Senin (17/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan lagi-lagi meringkus kapal ikan asing (KIA) yang mencuri di Laut RI saat pandemi corona.

Sebuah kapal berbendera Filipina dan 1 kapal berbendera Taiwan kedapatan mencuri sumber daya kelautan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 716 Laut Sulawesi.

Penangkapan ini seakan mempertegas KKP menjaga ketat sektor-sektor yang selama ini dianggap rawan pencurian ikan ilegal (illegal fishing).

”Hari ini kami mengkonfirmasi penangkapan 2 KIA yang terdiri dari 1 KIA berbendera Filipina dan 1 KIA berbendera Taiwan. Kedua kapal tersebut ditangkap di WPP-NRI 716 Laut Sulawesi pada Rabu, 22 April 2020," terang Dirjen PSDKP, Tb Haeru Rahayu dalam keterangannya, Minggu (26/4/2020).

Baca juga: Di Tengah Covid-19, Kapal Maling Ikan Kembali Marak di Natuna Utara

Haeru mengatakan, saat ini kedua kapal itu sudah berada di Pangkalan PSDKP Bitung untuk proses hukum lebih lanjut. Penangkapan tersebut berawal dari perintah gerak kepada Kapal Pengawas Perikanan (KP) Orca 01 yang dinakhodai oleh Capt Priyo Kurniawan.

Maksud dari perintah gerak tak lain untuk mendeteksi lebih lanjut keberadaan dua kapal maling ikan yang diduga sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan Laut Sulawesi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah terdeteksi radar dan mendapatkan bukti visual, KP Orca 01 segera melakukan penghentian, pemeriksaan, dan penahanan terhadap kedua kapal tersebut.

”Kapal FBCA QUADRO OCHO-8888 ditangkap lebih dulu pada pukul 11:25 WITA. Kapal berbendera Filipina tersebut mengoperasikan alat penangkapan hand line dan diawaki oleh tujuh awak kapal berkewarganegaraan Filipina," terang Tb.

Setelah berhasil melumpuhkan KIA berbendera Filipina, KP Orca 01 kemudian melakukan pengejaran terhadap KIA berbendera Taiwan.

“Kapal Sheng Teng Chun-66 ditangkap pada pukul 14:10 WITA. Kapal berbendera Taiwan yang mengoperasikan alat penangkapan ikan long line tersebut diawaki oleh sepuluh orang yang terdiri dari satu orang berkewarganegaraan Taiwan dan 9 orang berkewerganegaraan Filipina," sambungnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.