Penerbangan Penumpang Ditangguhkan, AP II Kini Andalkan Angkutan Kargo

Kompas.com - 26/04/2020, 19:30 WIB
Ilustrasi pesawat rebelcircus.comIlustrasi pesawat

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II (Persero) mengalihkan sumber pendapatan utama perseroan untuk tahun 2020 ke angkutan kargo di tengah turunnya lalu lintas penerbangan penumpang akibat Covid-19.

Bahkan tahun ini, operator pengelola bandara tersebut menargetkan pendapatan sekitar 60-70 persen dari target awal Rp 12,8 triliun yang ditetapkan.

President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, sejumlah maskapai penumpang telah menginformasikan pengajuan extra flight untuk penerbangan kargo di sejumlah bandara perseroan.

Maskapai tersebut memaksimalkan utilisasi pesawat penumpang dengan mengangkut kargo di tengah pandemi. Operator helikopter pun tak ketinggalan beroperasi mengangkut kargo.

“Indikasinya memang maskapai yang mengoperasikan pesawat penumpang kini semakin fokus di bisnis kargo," kata Muhammad Awaluddin dalam keterangannya, Minggu (26/4/2020).

Baca juga: Ini Data Penurunan Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara AP II

Awaluddin mengatakan, extra flight untuk penerbangan kargo bisa mempercepat loading dan unloading barang karena dimuat di kabin pesawat alih-alih di lambung pesawat (belly cargo).

Sementara jenis kargo yang diangkut adalah barang kiriman e-commerce, alat kesehatan, serta berbagai peralatan dan perlengkapan penting di tengah pandemi.

“Itu membuat keseluruhan proses menjadi lebih cepat,” ungkapnya.

Bandara yang melayani penerbangan kargo ini, antara lain, Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Supadio (Pontianak), Husein Sastranegara (Bandung), dan Kualanamu (Deli Serdang).

Sebagai informasi, volume angkutan kargo di 19 bandara PT Angkasa Pura II rerata tercatat sekitar 62.000 ton/bulan pada kuartal I 2020.

Volume kargo di bandara Soetta sendiri rata-rata mencapai 42.500 ton/bulan. Soekarno-Hatta merupakan bandara perseroan yang memiliki kapasitas pengelolaan kargo terbesar mencapai sekitar 600.000 ton/tahun, bahkan sempat mencapai 760.000 ton pada 2018.

Saat ini terdapat dua perusahaan afiliasi PT Angkasa Pura II yang khusus menangani kargo, yaitu PT Angkasa Pura Kargo dengan kepemilikan saham 99,99 persen dan PT Gapura Angkasa dengan kepemilikan saham 46,26 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X