Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jerman Susun Aturan yang Mungkinkan Karyawan Kerja dari Rumah Usai Corona

Kompas.com - 27/04/2020, 06:36 WIB

BERLIN, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan Jerman Hubertus Heil tengah menggarap undang-undang yang memberikan hak kepada karyawan untuk bekerja dari rumah.

Dikutip dari Reuters, menurut dia, bahkan para pekerja bisa bekerja dari rumah bahkan setelah virus corona berakhir.

"Setiap orang yang ingin dan atau tempat kerjanya memungkinkan harus bisa bekerja dari rumah bahkan ketika pandemi virus corona berakhir," ujar Heil.

Baca juga: Tetap Produktif Bekerja dari Rumah (bag 2)

Saat ini lebih dari 25 persen pekerja di Jerman bekerja dari rumah lantaran perusahaan meminta karyawannya bekerja dari rumah untuk mengurangi penyebaran virus.

Sementara itu, masih ada lebih dari 12 persen populasi penduduk Jerman yang bekerja normal seperti biasa.

Heil yang merupakan anggota Partai Sosial Demokrat setenpat mengatakan, pihaknya akan mengajukan undang-undang tersebut di akhir tahun agar pekerja yang bekerja dari rumah tetap bisa terlindungi oleh hukum.

Dengan demikian, pekerja bisa melakukan pekerjaannya di rumah setiap hari atau selama satu atau dua hari dalam sepekan.

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz pun mendukung kebijakan tersebut.

"Beberapa pekan ini menunjukkan bagaimana banyak pekerjaan bisa dilakukan di rumah, dan ini sebuah pencapaian yang tidak seharusnya disia-siakan," ujar dia.

Baca juga: PNS Kerja dari Rumah Diperpanjang hingga 13 Mei 2020

Namun demikian, Asosiasi Pekerja Jerman menolak hal tersebut. Mereka menilai, di saat ekonomi sedang mengalami pukulan seperti saat ini, aturan atau undang-undang baru adalah hal yang paling kurang dibutuhkan.

Adapun pemimpinan parlemen yang merupakan oposisi, Katrin Goering Eckardt mendukung hak untuk bekerja di rumah. Namun demikian dirinya menilai hal tersebut hanya bisa terjadi jika pemerintah juga menjamin internet berkecepatan tinggi untuk semua orang.

"Bekerja dari rumah atau secara mobile merupakan hal yang seharusnya dilakukan karena keinginan bukan karena aturan. Tidak boleh ada orang yang terpaksa melakukannya, dan seharusnya dengan bekerja dari rumah berarti bekerja setiap waktu tanpa batasan," ujar dia.

Baca juga: Bekerja dari Rumah Punya Banyak Keuntungan Bagi Perusahaan, Apa Saja?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Whats New
Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Whats New
Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka 'Energizer' Ekspor dan Impor

Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka "Energizer" Ekspor dan Impor

Rilis
Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Whats New
Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Whats New
Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Whats New
Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Whats New
Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Whats New
Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Whats New
BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

Whats New
DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

Whats New
Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Work Smart
Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Whats New
Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Whats New
Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+