Dampak Covid-19, Angka Pengangguran AS Diprediksi Melonjak Dekati Jumlah Saat "Great Depression"

Kompas.com - 27/04/2020, 07:38 WIB

Hassett menambahkan, perubahan PDB nasional pada kuartal II 2020 akan menjadi negatif dalam jumlah besar. Untuk itu, dibutuhkan kebijakan besar dan bijaksana untuk mengembalikan respons positif masyarakat.

“Saya pikir beberapa bulan ke depan akan terlihat mengerikan. Anda akan melihat angka seburuk apa pun yang pernah kami lihat sebelumnya," ungkap Hassett.

Guna memulihkan ekonomi, penasihat Trump ini mengaku akan mengasah 5-6 ide untuk disampaikannya ke kongres. Dia yakin semua orang akan bekerja sama agar ekonomi kembali sembuh dengan pola V-shape.

"Saya yakin selama 3 atau 4 minggu ke depan, semua orang akan bekerja sama dan membuat rencana untuk memberi kami peluang terbaik agar pemulihan berpola V," pungkasnya.

Baca juga: Skenario Berat, Bakal Ada 9,35 Juta Pengangguran di RI?

Sebelumnya diberitakan, pandemi corona serta besarnya lonjakan anggaran belanja pemerintah bakal membuat defisit anggaran Amerika Serikat (AS) mencapai 3,7 triliun dollar AS.

Berdasarkan proyeksi yang dilakukan oleh kongres setempat, defisit tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Laporan CBO mengilustrasikan tekanan fiskal yang dihadapi anggota parlemen di Kongres ketika mereka bersiap untuk menyusun undang-undang baru untuk menanggapi pandemi. Kongres telah menyepakati anggaran sebesar 3 triiun dollar AS untuk layanan kesehatan, UMKM, dan berbagai kebijakan lain untuk melawan pandemi dan dampak ekonominya.

"Jika undang-undang yang berlaku saat ini mengatur pengeluaran dan pendapatan secara umum tetap tidak berubah dan tidak ada dana darurat tambahan yang disediakan, defisit federal akan sekitar 3,7 triliun dollar AS pada tahun fiskal 2020 dan 2,1 triliun dollar AS tahun depan," kata CBO.

Sebelumnya pada Maret, CBO memproyeksikan defisit lebih dari 1 triliun dollar AS baik pada 2020 maupun 2021.

Baca juga: Dampak Covid-19, Menaker: Lebih dari 2 Juta Pekerja Di-PHK dan Dirumahkan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber Reuters


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.