Kompas.com - 27/04/2020, 08:52 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 membuat seluruh sektor terpukul, termasuk saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pada krisis-krisis ekonomi sebelumnya, saham-saham perusahan pelat merah menjadi penyelamat pemulihan Indeks Harga saham gabungan (IHSG) yang terpuruk.

Nah mampukan saham-saham BUMN ini menjadi penyelamat IHSG pada krisis ekonomi 2020?

“Pada krisis ekonomi 2020 pemulihan saham-saham BUMN lebih lambat dibandingkan dengan emiten emiten non BUMN. Saat ini kapitalisasi saham saham BUMN turun hingga 37,8 persen akibat pandemi Covid-19,” kata Analisis Pasar Saham dari Koneksi Kapital Alfred Nainggolan dalam diskusi daring Minggu (26/04/2020).

Dia mengatakan, pada krisis ekonomi 1997-1998  IHSG anjlok sampai 72 persen dan dibutuhkan waktu 8 bulan bangkit dari posisi terendah sejak Oktober 1998. Saham-saham BUMN saat itu lebih cepat pulih sekaligus menjadi motor penggerak pemulihan IHSG .

Baca juga: Pergerakan IHSG Pekan Depan Masih Fluktuatif, Kapan Saat yang Tepat Beli Saham?

Sementara pada krisis ekonomi 2008, IHSG terpuruk 60 persen membutuhkan waktu selama 16 bulan untuk bangkit dari level terendah.

Sedangkan krisis 2020 ini,  pada Maret IHSG sudah terkoreksi hingga 38 persen. Menurut dia, keterpurukan saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya bisa teratasi bila solusi global bisa dilakukan oleh negara-negara di dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Yang menjadi perhatian para investor di pasar saham saat ini adalah seberapa lama pandemi Covid-19 akan selesai dan durasinya seperti apa. Jika kepastian ini belum ada, kemungkinan pasar terkoreksi lebih dalam dibandingkan krisis ekonomi 1997-1998 akan terjadi,” jelas dia.

Kebijakan buy back (pembelian kembali) saham-saham yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk melakukan stabilisasi harga, tidak mendorong kenaikan saham saham emiten non BUMN jika kondisi pasar saham belum membaik.

Menurut dia, saham-saham bank BUMN akan segera mengalami pemulihan apabila ada kepastian dalam penanganan pandemi Covid-19 di dunia. Ia mengatakan, saham BRI, Mandiri, BNI, dan BTN akan direspons positif oleh investor pasar saham usai wabah Covid-19 mengalami tren penurunan dalam penyebaran.

“Saham Bank BUMN saat ini masih undervalue dibandingkan harga saham pada saat pasar saham tidak bergejolak,” tambah dia.

Baca juga: IHSG Akhir Pekan Turun 2,12 Persen, Rupiah Berhasil Bangkit

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.