Kompas.com - 27/04/2020, 09:36 WIB
Petugas berinteraksi dengan sejumlah TKI Ilegal dan ABK yang baru pulang dari Malaysia. Sebanyak 44 TKI ilegal dan juga ABK di kapal tak berbendera itu diamankan Polres Tanjung Balai karena tak memiliki dokumen sah. Dok. Polres Tanjung BalaiPetugas berinteraksi dengan sejumlah TKI Ilegal dan ABK yang baru pulang dari Malaysia. Sebanyak 44 TKI ilegal dan juga ABK di kapal tak berbendera itu diamankan Polres Tanjung Balai karena tak memiliki dokumen sah.

 

Mahfud Budinono, koordinator NU di Malaysia mengatakan ada 700.000 pekerja migran Indonesia yang tercatat secara resmi. Berikutnya ada 1,5 juta pekerja asal Indonesia yang masuk tanpa dokumen resmi yang bekerja di sektor konstruksi, restoran, tenaga kebersihan, dan sebagainya.

Hampir semua TKI tersebut dirumahkan sementara tanpa bayaran. Bahkan, ada sekitar 400.000 orang yang terancam harus keluar dari rumah kontrakannya karena tak sanggup membayar sewa.

Baca juga: Banyak Diburu TKI, Harga Masker Naik 9 Kali Lipat

Rata-rata harga kontrakan di Malaysia rata-rata sekitar 1.200 ringgit dan biasanya digunakan bersama-sama oleh beberapa orang TKI.

Menteri Wilayah Federal Malaysia Annuar Musa mengatakan telah menyumbangkan 1.000 karung berisi 5 kilogram beras pada awal bulan April lalu. Sementara Kementerian Luar Negeri Indonesia mendistribusikan 100.000 paket sembako kepada para TKI.

Tak hanya menimpa TKI, kondisi serupa terjadi pada semua tenaga migran di Malaysia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami belum dibayar sejak Februari karena lockdown sejak pertengahan Maret," kata Mohamad Hanif, pekerja migran asal Bangladesh yang tinggal di kontainer di pinggiran Kuala Lumpur.

Baca juga: Urus Nasib TKI, BNP2TKI Ganti Nama Jadi BP2MI

"Kami memasak bersama. Kami biasanya makan nasi dengan tambahan sayuran dengan campuran kari. Tapi sekarang sulit, karena tidak ada uang. Tidak cukup makanan untuk dibagikan dan kita semua di sini lapar. Kami butuh bantuan," ucap Hanif.

Sebagai informasi, Malaysia jadi rumah sementara bagi sekitar 5,5 juta pekerja migran, dengan lebih dari setengahnya atau sekitar 3,3 juta orang merupakan pekerja tanpa dokumen resmi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.